Pasca Pencopotan Ronny Sompie, Pegawai Ditjen Imigrasi Pasang Logo Berwarna Hitam di Sosial Media

  • Whatsapp
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kanan) bersama Ronny F Sompie (kiri) dalam salah satu kesempatan acara.

INDOPOLITIKA.COM – Sejumlah pegawai Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memasang logo instansinya berwana hitam di media sosialnya. Penggunaan logo instansi berwarna hitam tersebut dinilai janggal. Pasalnya, warna logo asli Ditjen Imigrasi adalah berwana hijau dan emas dengan latar belakang putih.

Para pegawai Ditjen Imigrasi secara serempak memasang logo berwana hitam setelah Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie dicopot dari jabatannya oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.

Bacaan Lainnya

Biro Humas Kemenkumham Ali mengatakan pemasangan logo Ditjen Imigrasi berlatar belakang hitam adalah sebagai bentuk empati dan rasa terimakasih kepada Ronny.

”Saya pikir, sebuah kewajaran jika sebuah keputusan tidak bisa membuat bahagia semua orang,” katanya.

Ronny menurut Ali, semasa menjabat sebagai Dirjen Imigrasi sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Pencopotan Ronny  ini sangat disayangkan oleh Ali. Apalagi menurut Ali, Ronny baru merayakan hari ulang tahunnya yang ke- 70 pada 26 Januari 2020, lalu.

Selain memasang logo Ditjen Imigrasi yang berlatar belakang hitam, Ali juga memasang foto Ronny yang penuh warna.

Sebelumnya, Yasonna memberhentikan Ronny dengan alasan agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam tim independen. Pembentukan tim independen bertujuan untuk menyelidiki duduk persoalan atas kejanggalan pemberian informasi pelintasan Harun Masiku, tersangka penyuapan komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan, terkait pergantian anggota DPR.

Yasonna kemudian menunjuk Inspektur Jenderal Kemenkumham Jhoni Ginting sebagai Pelaksana Harian Dirjen Imigrasi. Selain Ronny, Yasonna juga memberhentikan Direktur Sistem dan Teknologi Keimigrasian (Sisdik) Alif Suaidi yang dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keterlambatan sistem informasi imigrasi.

Pasalnya, sempat terjadi simpang siur informasi terkait keberadaan Harun. Awalnya, Ditjen Imigrasi menyatakan Harun meninggalkan Indonesia menuju Singapura pada 6 Januari.

Tak ada kabar dari Ditjen Imigrasi mengenai kepulangan Harun, Yasonna pun menyatakan Harun belum berada di Indonesia. Baru pada 22 Januari, Ditjen Imigrasi mengubah informasi bahwa Harun telah kembali ke Indonesia sejak 7 Januari, sehari sebelum operasi tangkap tangan KPK terhadap Wahyu Setiawan.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *