Pasca Tewasnya Pimpinan ISIS, Indonesia Perlu Waspada Akan Banyaknya Teroris ‘Jalan Sendiri’

  • Whatsapp
Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi

INDOPOLITIKA.COM -Tewasnya Pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi akan berimbas banyak untuk jaringan teroris di seluruh dunia, bersamaan dengan aksi Lone wolf.

Hal itu disampaikan Pemerhati Gerakan Islam Ade Faizal. Dia menilai bahwa situasi itupun tentu akan berimbas juga pada jaringan ISIS di Indonesia tercerai-berai.

Baca Juga:

“Bagian Askar (tentara) JAD juga tercerai berai setelah tewasnya pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso,” kata Faizal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/10/2019).

Faizal menambahkan, hal tersebut juga akan memunculkan aksi-aksi ‘Lone Wolf’ seperti yang terjadi beberapa Minggu lalu oleh Mantan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten.

“Tantangan berikutnya adalah munculnya aksiĀ  Lone Wolf seperti yang terjadi pada kasus penusukan Pak Wiranto,” ujarnya.

Untuk jaringan dunia, Faizal beranggapan, rekrutmen ISIS juga akan terhambat lantaran dampak yang terjadi di Ibu Kota mereka, Raqqah, sudah tidak dalam genggaman kelompok teroris itu.

“Artinya mereka tidak memiliki teritorial untuk ‘trial’ negara Islam. Rekrutmen pun terhambat,” pungkasnya.

Diketahui, Pemimpin ISIS Al Baghdadi Tewas, Densus 88 Tetap Pantau Jaringan Teroris di Indonesia

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) akan tetap meningkatkan kewaspadaan terkait aksi terorisme di Indonesia.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan hal tersebut berhubungan dengan kabar tewasnya khalifah ISIS Abu Bakar Al Baghdadi dalam operasi militer Amerika Serikat pada Sabtu (26/10/2019).

“Saya kira kematian Al Baghdadi sudah diumumkan dunia internasional dan itu menjadi kewaspadaan di kita,” kata Asep di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Asep menyebutkan bahwa, pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror akan tetap konsisten dalam melakukan penegakan hukum dan terus mengamati pergerakan jaringan teroris di Indonesia.

“Densus 88 tetap konsisten melakukan upaya penegakan hukum. Semua jaringan yang berada di Indonesia dalam pemantuan Densus,” ujarnya.

Diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi diyakini tewas dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) di Suriah pada Sabtu (26/10). Namun, kebenarannya baru bisa dipastikan setelah hasil tes DNA dan biometriknya keluar.

Menurut seorang pejabat senior pertahanan AS, Baghdadi meledakkan rompi bom bunuh diri saat penyergapan berlangsung di Idlib, Suriah. Keberadaannya berhasil terdeteksi berkat bantuan CIA.

Pejabat A.S. mengatakan mereka sedang menunggu konfirmasi akhir kematiannya melalui sidik jari atau metode biometrik lainnya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *