Pasca Tumbangkan Rezim Orde Baru, TB Ace Hasan Diganjar ‘Cum Laude’

  • Whatsapp
Politisi Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily

INDOPOLITIKA.COM-  Pada 1994, di usia 18 tahun anggota DPR TB Ace Hasan Syadzily merampungkan sekolahnya di MAN Sukamanah, Tasikmalaya. Ia didawuh ayahnya Kiai Rafe’i untuk mendaftar kuliah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat.  Di kampus ini fase hidupnya mulai  bergulir menjadi aktivis mahasiswa.

Hari-hari Ace di Ciputat penuh warna. Gejolak pemikiran yang tertahan semasa belia menemukan ruang. Di Ciputat, ia tumpahkan semua. Selain menjalani hari-hari perkuliahan, Ace aktif di beberapa organisasi intra maupun ekstra kampus dan aktif di forum-forum diskusi.

Muat Lebih

Tahun 1994 Ace resmi menjadi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di sinilah bakat politik Ace mulai terasah. Saat menginjak semester dua, keberanian mengambil langkah politik mulai terlihat jelas. Ia menantang seniornya yang sudah semester delapan bersaing memperebutkan kursi komisariat. Meski tak menang, momen itu menjadi pengokoh awal naluri politik Ace untuk melangkah pada banyak pertarungan lain yang lebih besar.

Tahun 1996 menjadi tahun yang penuh gejolak. Pergerakan mahasiswa tak lagi terbendung setelah hampir 30 tahun Orde Baru (Orba) berkuasa.  Ace bersama Ray Rangkuti, Anick HT, Hisbullah Haidir, serta beberapa teman lain, mendirikan Lingkar Studi Aksi untuk Demokrasi (LS-ADI). Lewat lembaga ini mereka menggalang kekuatan, menggerakan dunia internal kampus untuk berdemonstrasi secara konsisten.

Puncaknya, Mei 1998, demonstrasi besar-besaran dari berbagai elemen mahasiswa beruntun terjadi di hampir seluruh kota besar Indonesia. Mereka menuntut Soeharto turun dari kursi Presiden RI. Setelah beberapa hari terjadi demo besar-besaran, ditambah kerusuhan hebat di Jakarta, kondisi ekonomi pun kian terpuruk. Akhirnya pada kamis, 21 Mei 1998 Presiden Soeharto legowo turun tahta setelah berkuasa lebih dari 32 tahun.

Empat tahun Ace menjalani masa-masa penuh dinamika, tak terasa ia sudah menginjak semester delapan. Banyak waktu yang dihabiskan dengan kegiatan baik di dalam maupun di luar kampus. Sejak saat itu ia mulai fokus meraih gelar sarjana. Ace pulang kampung untuk fokus menyelesaikan skripsi.

Tak dinyana, saat berada di kampung, koleganya di kampus justru mencalonkan Ace sebagai kandidat Presiden Mahasiswa IAIN Syarif Hidayatullah. Pada 12 April 1999 Ace terpilih. Pada 2000 ia merampungkan tugasnya sebagai Presiden Mahasiswa. Beberapa bulan kemudian, Ace berhasil menyelesaikan perkuliahannya dan meraih gelar Sarjana Sastra dengan predikat “sangat memuaskan”. [pit]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *