Pasien Positif Covid-19 di Jonggol Ini Ogah Diisolasi di RS, Malah Kabur ke Dukun

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Seorang pasien corona dievakuasi dari tempat pengobatan alternatif dukun oleh Tim Gugus Tugas Puskesmas Kecamatan Sumakmur, Kabupaten Bogor. Pasien ini kabur dari rumahnya di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Pasien berinisial NC (43), dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani tes swab. Petugas sempat dibuat kewalahan mencari keberadaan pasien karena menolak diisolasi di rumah sakit dan saat dijemput si pasien tidak ada di rumah.

Bacaan Lainnya

Tim Gugus Covid-19 Puskesmas Sukamakmur, Teguh Yudiana mengaku mendapat informasi dari relawan Covid-19 Kecamatan Jonggol bahwa ada warga Bale Kambang yang dinyatakan positif Covid-19 namun nekat pulang dari rumah sakit Permata Jonggol.

“Setelah dicari ternyata ada di pengobatan di sini. Sore (kemarin) kami jemput ke lokasi pengobatan alternatif ya seperti dukun orang kenal kaya itu lah,” kata Tim Gugus Covid-19 Puskesmas Sukamakmur, Teguh Yudiana dikutip dari Vivanews, Selasa (12/5/2020).

Teguh menjelaskan awal mula pasien positif itu sempat dirawat di Rumah Sakit Permata Jonggol dengan diagnosa gejala Corona. Pihak rumah sakit pun melakukan rapid test dan hasilnya positif, 7 Mei 2020.

Sehari setelahnya, Jumat 8 Mei 2020, NC mengikuti pemeriksaan swab. Namun meski hasil swab belum keluar, tapi keluarga pasien memaksa pihak rumah sakit agar pasien NC dibawa pulang ke rumah.

“Ketika pasien pulang di rumah ternyata hasil swab positif. Ketika pasien dihubungi untuk diisolasi di rumah sakit, keluarga menolak dan memutuskan untuk pengobatan alternatif. Ketika petugas mau jemput malah pergi kabur dari rumah ke pengobatan alternatif,” kata Teguh.

Menurut Teguh, pasien dievakuasi Senin petang bersama tim gugus tugas Covid-19 dan Ketua Gugus Tugas Kecamatan Sukamakmur, Agus Manjar dan Kapolsek Sukamakmur Iptu Isep Sukarna di lokasi Kampung Legok nyenang Desa Sinarjaya Kecamatan Sukamakmur. Pasien sendiri merupakan warga Desa Kembang Kecamatan Jonggol.

“Sudah di sana selama tiga hari dua malam,” kata Teguh.

Setiba di lokasi petugas menemui anggota keluarga pasien. Pasien dan keluarganya langsung dievakuasi ke RSUD Cileungsi. Usai mengevakuasi petugas baru mensterilkan diri dengan menyemprotkan seluruh peralatan dengan disinfektan.

Hal itu dilakukan karena Kecamatan Sukamakmur adalah masih termasuk wilayah Zona Hijau Covid-19.

“Kami harus antisipasi, karena di sini belum ada yang terkena, pasien yang kami jemput itu warga Kecamatan Jonggol Desa Bale Kambang. Tim gugus tugas kecamatan Sukamakmur dengan sigap menjemput pasien dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19 RSUD Cileungsi,” kata Teguh.

Usai mengevakuasi pasien, tim selanjutnya akan mengisolasi tempat praktik dukun tersebut. Hal itu guna mencegah penyebaran corona di lokasi sekitar.

“Rencana kami akan isolasi mandiri 14 hari dan imbauan untuk isolasi mandiri,” kata Teguh Yudiana, dikutip dari kumparan, Selasa (12/5/2020).

Teguh menambahkan, usai mengevakuasi pasien tersebut, petugas juga telah mewajibkan pemakaian masker kepada warga sekitar. Selain itu, tempat praktik dukun akan disterilkan dengan penyemprotan disinfektan. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *