Pasien Terjangkit Cacar Monyet di Inggris Bertambah Jadi 70 Orang

Cacar Monyet/Net

INDOPOLITIKA.COM – Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) melaporkan 14 kasus baru cacar monyet di Inggris pada Selasa (24/5). Angka tersebut kembali meningkat walau jumlah kasus baru tidak setinggi dibandingkan hari sebelumnya, yakni 36 kasus.

Seperti diberitakan Reuters pada Selasa (24/5), jumlah pasien cacar monyet di Inggris menjadi 70 kasus sejak pertama kali ditemukan pada Mei.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Skotlandia melaporkan kasus cacar monyet pertama pada Senin (23/5). Namun, hingga kini belum ada laporan mengenai kasus tersebut di Wales dan Irlandia Utara.

Virus ini biasanya tidak menyebar dengan mudah di antara orang-orang, tetapi dapat ditularkan melalui kontak orang-ke-orang yang dekat atau kontak dengan barang-barang yang digunakan oleh orang yang menderita cacar monyet, seperti pakaian, tempat tidur, atau peralatan makan.

Cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang sembuh sendiri dan kebanyakan orang sembuh dalam beberapa minggu.

Mengutip laman Gov.uk, orang Inggris yang memiliki ruam atau luka tak biasa di bagian tubuh mana pun, terutama alat kelamin, harus segera menghubungi NHS atau layanan kesehatan seksual setempat.

UKHSA juga menekankan deteksi awal dan peningkatan kewaspadaan pada komunitas gay dan biseksual. Hal ini dilakukan lantaran sebagian besar kasusnya terdeteksi pada pria gay dan biseksual.

Kepala Penasihat Medis UKHSA Susan Hopkins mengatakan tim perlindungan kesehatannya menghubungi orang-orang yang dianggap kontak berisiko tinggi dari kasus yang dikonfirmasi dan menasihati mereka yang telah dinilai risikonya dan tetap sehat untuk mengisolasi di rumah hingga 21 hari.

“Sebagian besar kasus baru-baru ini di Inggris dan Eropa telah ditemukan pada pria gay dan biseksual, jadi kami secara khusus mendorong pria-pria ini untuk waspada terhadap gejalanya,” kata Hopkins.

Anggapan bahwa cacar monyet adalah penyakit gay sangat disayangkan oleh WHO. Organisasi kesehatan dunia ini menyebut bahwa penyakit ini menular lewat interaksi yang dekat.

Dalam pernyataannya, WHO mengungkapkan bahwa siapa pun yang berinteraksi secara dekat dengan orang yang menular dapat berisiko terkena cacar monyet.

“Menstigmakan sekelompok orang karena suatu penyakit tidak pernah dapat diterima. Ini dapat menjadi penghalang untuk mengakhiri wabah karena dapat mencegah orang mencari perawatan, dan menyebabkan penyebaran yang tidak terdeteksi,” tambahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.