Internasional

Patung GWK Buatan Indonesia akan Dipasang di Markas PBB

Dubes Djumala menyerahkan patung GWK ke Acting Direktur Jenderal IAEA, Dazhu Yang, di Wina, Austria, 24 September 2018. (Foto: KBRI Wina)

Wina: Indonesia mengakhiri keketuaan di Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) setelah menjabat selama satu tahun dari September 2017. Indonesia menyerahkan keketuaannya kepada Duta Besar Yordania Leena Al-Hadid yang akan menjabat untuk periode 2018-2019.

Menandai berakhirnya keketuaan tersebut, Indonesia mendonasikan patung Garuda Wishnu Kencana (GWK) kepada IAEA. Patung yang terbuat dari kayu jati setinggi 160 sentimeter tersebut merupakan hasil karya pemahat Bali, I Made Ada. 

Patung tersebut akan dipasang di tempat strategis, yakni lobi utama markas PBB di Wina agar dapat disaksikan semua pengunjung.

Penyerahan patung dilakukan Dubes/Wakil Tetap RI untuk PBB di Wina, Dr. Darmansjah Djumala, kepada Acting Direktur Jenderal IAEA, Mr. Dazhu Yang, pada Senin 24 September.

"Pemberian patung ini sebagai simbol dukungan Indonesia kepada IAEA. Filosofi patung Garuda Wishnu Kencana sebagai pemelihara keseimbangan alam semesta sejalan dengan motto IAEA, yaitu Atom for Peace and Development," kata Dubes Djumala, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, Selasa 25 September 2018.

Selain sebagai bentuk dukungan kepada IAEA, pemberian patung sekaligus bentuk promosi produk seni budaya Indonesia. Hal ini mengingat Markas PBB di Wina setiap tahun dikunjungi ribuan orang dari seluruh dunia, sehingga karya seni budaya Indonesia akan semakin dikenal luas oleh masyarakat internasional.

Pemberian patung disambut baik IAEA. Dazhu Yang menyampaikan terima kasih atas pemberian patung tersebut, seraya mengapresiasi kontribusi Indonesia sebagai Ketua Dewan Gubernur.

"Kami menyampaikan penghargaan atas kualitas kepemimpinan, objektivitas, dan keterbukaan yang Anda tunjukkan selama memimpin Dewan Gubernur dua belas bulan terakhir. Kami juga mengagumi ketenangan dan kelihaian Anda dalam menangani isu-isu sensitif di Dewan Gubernur," ucap Dazhu Yang mewakili Dirjen IAEA.

Indonesia menjabat sebagai Ketua Dewan Gubernur IAEA periode 2017-2018 mewakili kelompok Asia Tenggara dan Pasifik (SEAP). Ini adalah kali kedua Indonesia menduduki jabatan tersebut setelah tahun 1985-1986.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close