Internasional

PBB Desak Militer Segera Dihapus dari Politik Myanmar

Jenderal Senior Militer Myanmar Min Aung Hlaing (tengah). (Foto: AFP)

Jenewa: Tim pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal Rohingya menuntut agar tentara Myanmar harus disingkirkan dari politik negara tersebut.

"Pemimpin Myanmar harus segera menghapus Tatmadaw (militer Myanmar) dari kehidupan politik negara," kata tim pencari fakta yang dipimpin Marzuki Darusman dari Indonesia, dikutip AFP, Kamis 20 September 2018.

Marzuki juga menyebut bahwa kekejaman yang dilakukan militer Myanmar sudah ditingkat yang sangat brutal. Tim pencari fakta juga tetap menuntut agar lima jenderal Myanmar dan Jenderal Senior Min Aung Hlaing diperiksa dan diadili terkait kekejaman tersebut.

"Pimpinan tertinggi militer Myanmar harus dirombak dan seharusnya tidak punya pengaruh lebih lanjut atas pemerintahan negara itu," ujar dia lagi.

Militer Myanmar memang memegang seperempat kursi di parlemen dan mengendalikan tiga kementerian yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Urusan Perbatasan.

Mereka mempunya hak veto di parlemen, terutama untuk perubahan konstitusional. Keadaan ini membuat transisi dan kontrol dari sipil semakin sulit.

Tim pencari fakta yang telah bekerja keras selama 18 bulan dan melakukan lebih dari 850 wawancara mendalam pun mendesak masyarakat internasional untuk menyelidiki para petinggi militer Myanmar.

Usai laporan ini dikeluarkan, militer Myanmar membantah hampir semua tuduhan PBB. Mereka bersikeras, pembasmian pemberontak Rohingya tersebut karena mereka menyerang pos perbatasan terlebih dahulu pada Agustus 2017.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close