Internasional

PBB Khawatir Eksodus Venezuela Menjadi Seperti Krisis Eropa

Seorang petugas dari UNHCR berbicara dengan para pengungsi Venezuela di Ekuador, 25 Agustus 2018. (Foto: AFP/LUIS ROBAYO)

Caracas: Eksodus warga dari Venezuela dikhawatirkan memburuk dan berada di level yang sama dengan krisis keimigrasian di Eropa pada 2015. 

Peringatan disampaikan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Sabtu 25 Agustus 2018, di tengah semakin bertambahnya jumlah warga yang melarikan diri dari Venezuela.

Ribuan orang meninggalkan Venezuela pada setiap harinya, dengan menaiki bus atau terkadang berjalan kaki di sepanjang rute migrasi di seantero Amerika Selatan.

Mereka lari dari krisis ekonomi Venezuela yang telah menyebabkan makanan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya menjadi langka.

"Tidak ada kehidupan bagi kami di Venezuela," kata Boris Guevara, 22 tahun, seperti disitat dari Telegraph.

Ia berdiri di atas tumpukan koper bersama empat temannya di perbatasan Venezuela yang ramai di Cucuta, Kolombia. 

"Semua pemuda bermigrasi untuk menghidupi keluarga dan mencari kehidupan yang lebih baik, karena semua orang perlu makan," tambah dia.

Baca: Ekuador Buka Koridor Kemanusiaan untuk Pengungsi Venezuela

Menurut data PBB, lebih dari dua juta warga Venezuela meninggalkan negara mereka sejak 2014. Tahun itu, pemimpin revolusioner populis Hugo Chavez meninggal, dan menyerahkan kekuasaan kepada presiden saat ini, Nicolas Maduro.

Hiperinflasi juga merontokkan perekonomian Venezuela. Warga Venezuela kini harus membawa setumpuk uang untuk sekadar membeli kebutuhan pokok.

"Seseorang harus bekerja sepekan penuh untuk membeli satu karung beras," kata Arbelei Gomez, 27, warga Venezuela yang setiap hari menyeberang ke Kolombia untuk bekerja.

Dana Moneter Internasional (IMF) telah memperkirakan inflasi tahunan Venezuela akan mencapai 1.000.000 persen pada akhir 2018.

Gelombang sksodus warga Venez7uela sudah membebani beberapa negara di kawasan. Warga Venezuela memilih beberapa negara, seperti Ekuador, Peru, Chile atau Argentina. Sebagian warga lainnya menyeberang ke wilayah Selatan dan mendatangi negara besar seperti Brasil.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close