PBNU: Ikuti Protokol Kesehatan Cegah COVId-19 Wajib Hukumnya

  • Whatsapp
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

INDOPOLITIKA.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan wajib bagi seluruh masyarakat Indonesia mengikuti protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga kini.

PBNU beralasan, jika tidak mengikuti protokol kesehatan akan mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Hal itu jelas bertentangan dengan Firman Allah SWT dan hadits Rasulullah SAW.

Berita Lainnya

“Saya Ketua Umum PBNU mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama warga NU agar wajib hukumnya mengikuti protokol kesehatan, yaitu menjaga kebersihan, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak satu sama lain social distancing dan menggunkan masker itu hukumnya wajib, selalu menggunakan masker dimanapun kita berada,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, dikutip dari laman pwnujatim.or.id, Kamis (16/7/2020).

KH. Said beralasan, PBNU berani mewajibkan ketetapan tersebut setelah memperhatikan perkembangan kasus Covid-19 yang semakin hari semakin meningkat terutama di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Menurutnya, menjalankan protokol kesehatan merupakan ikhtiar untuk menyelamatkan diri sendiri dan juga orang lain. Virus corona dapat menular melalui percikan yang dikeluarkan dari mulut atau hidung yang jatuh di tangan, pakaian, dan tempat lainnya.

Selain itu, KH Said juga mengingatkan masyarakat selalu disiplin dan waspada. Covid-19 adalah nyata bukan bohong-bohongan.

“Selama masih ada Covid-19 maka kita harus disiplin, hati-hati, dan waspada. Covid-19 ini betul-betul nyata, bukan konspirasi ataupun bohong-bohongan,” ungkap dia.

PBNU sendiri telah melakukan aksi nyata berkontribusi dalam penangan Covid-19. Aksi dilakukan dengan menerjunkan Satgas Covid-19 dan memberikan bantuan sembako bagi masyarakat. [rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *