PDIP & Demokrat Belum Setor Nama Pimpinan Dewan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.com – Dua parpol politik di DPRD DKI, yakni PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat (PD) dinilai lambat dalam mengumumkan dan menetapkan pimpinan dewan definitifnya. Hal itu berdampak pada sejumlah penjadwalan yang sudah dilakukan dewan, lewat badan musyawarah.

Walhasil, pimpinan DPRD sementara mulai mewacanakan meninggalkan Demokrat dan PDIP dalam paripurna penetapan pimpinan dewan definitif.

Baca Juga:

Anggota DPRD DKI fraksi Demokrat, Wita Soesilowaty menilai jika keterlambatan dikarenakan, tatib dewan yang masih dalam pembahasan. Partainya, diyakini akan mengumumkan pasca tatib dirampungkan.

“DPP pasti akan mengeluarkan SK setelah rampung pembahasan tatib. Karena DPP pun sudah memiliki kandidat yang diusulkan DPD. Pastinya Demokrat akan mengumumkan tepat pada waktunya,” katanya kemarin.

Sumber di DPD PD DKI menyebutkan jika pimpinan DPRD Demokrat sudah diputuskan dan akan diumumkan Senin (16/9) sore. Meski begitu, sumber tersebut tidak menyebutkan siapa pimpinan dewan Demokrat yang sudah ditetapkan.

Seperti diketahui, DPD Partai Demokrat Jakarta sudah merekomendasikan tiga nama untuk diusulkan jadi Wakil Ketua DPRD DKI, mereka adalah Desie Christhyana Sari, Mujiono dan Misan Samsuri.

Sementara itu, Ketua sementara DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan menyebutkan, hingga saat ini partainya, yakni PDI-P, belum menyerahkan nama calon pimpinan ke DPRD.

Ia menyatakan, pimpinan sementara DPRD DKI sudah mengingatkan kepada partainya agar segera mengirimkan nama. Namun hal itu belum juga diberikan hingga saat ini.

“Ya belum nyerahin kami masih menunggu dan mengingatkan khususnya dua partai ini, untuk bisa segera,” kata Pantas kemarin.

Selain PDI-P, Partai Demokrat juga belum menyerahkan nama calon pimpinan yang hendak diajukan.

Menurut dia, tidak ada hambatan di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P terkait siapa akan akan diajukan sebagai pimpinan DPRD DKI.

“Enggak faktor apa-apa. Belum turun saja dari DPP. Karena mekanismenya internal PDI-P keputusan itu harus diserahkan ke DPP,” kata dia

PDI-P mendapat jatah kursi ketua DPRD DKI Jakarta karena meraih perolehan kursi terbanyak, yaitu 25 kursi. Ada 3 nama yang diusulkan ke DPP yakni Prasetio Edi Marsudi, Gembong Warsono dan Ida Mahmudah.

Jadwal paripurna penetapan alat kelengkapan dewan (AKD) ditargetkan akan dilakukan pada 27 September 2019 bersama dengan penetapan pimpinan defenitif DPRD DKI Jakarta.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sementata Syarif mengatakan, tiga nama pimpinan DPRD DKI Jakarta yang telah sampai ke meja Dewan. Ketiganya, dimungkinkan untuk dilantik dan disumpah jabatan lebih dulu.

Ketiga nama tersebut adalah Zita Anjani yang merupakan wakil ketua dari Fraksi PAN, Abdurrahman Suhaimi dari Fraksi PKS, dan Mohamad Taufik dari Fraksi Gerindra.

Ketiganya berposisi sebagai wakil ketua DPRD DKI Jakarta.Hal ini bisa saja dilakukan jika Fraksi PDI-P dan Fraksi Demokrat tak kunjung mengirimkan nama pimpinan yang akan mengisi paket pimpinan dewan periode 2019-2024.

“Tergantung dari kita sendiri. Kalau misalnya pengambilan sumpahnya belakangan, yang 3 itu disumpah lalu kan pimpinan bersifat kolektif kolegial,” kata Syarif di lantai 3, gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (12/9).

Penetapan ini bisa dilakukan atau harus menunggu nama pimpinan hingga lengkap. Namun risikonya paripurna penetapan akan dilakukan dua kali.

“Tiga dulu diambil sumpah. Atau, mau nunggu sampai genap 5 orang itu,” ucapnya.[ab]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *