INDOPOLITIKA.COM – Mayat pria terbungkus kain sarung dan dimasukkan ke dalam karung lalu dibuang ke perumahan di kawasan Pamulang serta ditemukan pada Sabtu pagi (11/5/2024) sempat menggemparkan warga. 

Polisi langsung bergerak cepat sampai akhirnya mengetahui mayat tersebut korban pembunuhan. Korban membuka usaha toko kelontong di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan atau sekitar 20 meter dari lokasi jasad ditemukan. 

Korban berinisial AH (32) tewas di tangan keponakannya sendiri, FA (21). FA sendiri sudah jadi tersangka saat ini. Selain FA, pedagang soto berinisial NA (28) turur dijadikan sebagai tersangka. 

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Uly mengatakan, NA membeli karung yang digunakan untuk menyimpan jasad korban. NA juga berperan membersihkan ceceran darah AH.  

“Pada saat kejadian, dia ngawasin sekitar. Habis itu, setelah kejadian, dia ikut serta ngebersihin bekas-bekas darah dan bantu beli karung. Terus bantu ngangkat jenazah ke karung untuk dibuang,” ungkap dia.  

Selain itu, NA juga menghasut FA untuk membunuh korban karena merasa sakit hati atas perlakuan AH.  

“Kemudian dia juga yang kayak memberikan saran ‘sudah habisin’, gitu,” ujar Titus.  

Ia mengatakan, NA sakit hati lantaran tidak diperbolehkan berutang saat membeli rokok di toko kelontong milik korban.  

“Sering ngutang dia. Kenapa dia sakit hati? Karena dia mau ngutang rokok gak dikasih,” kata Titus. 

Sementara pelaku FA, sempat mencoba membuat alibi dengan menyebut kepergian AH dari toko kelontongnya karena ada urusan untuk bertemu orang lain. 

“Dia (FA) bikin alibi bahwa dia orang terakhir yang bertemu dengan si korban. Kemudian (FA buat skenario) si korban itu ada permasalahan dengan orang lain. Jadi (alibi) dia membuat pengalihan,” kata Titus. 

Ketika diinterogasi, FA beralibi bahwa ia adalah orang terakhir yang bersama korban. 

FA juga mengatakan korban memiliki permasalahan utang piutang dengan orang lain. 

“Dia bikin alibi bahwa dia orang terakhir yang bertemu dengan si korban. Kemudian, si korban itu ada permasalahan dengan orang lain.  Jadi dia membuat pengalihan,” ungkap Titus. 

Titus menambahkan, FA masih bekerja seperti biasa setelah membunuh korban. Hal itu dilakukan untuk meyakinkan polisi jika dirinya bukan pelaku pembunuhan. 

“Kayak biasa, setelah kejadian pun masih jualan seperti biasa dia,” kata dia. 

Namun, polisi tidak langsung mempercayai alibi FA. Sebaliknya, polisi memperdalam keterlibatan FA dalam kasus ini. 

“Begitu kita dapat petunjuk-petunjuk yang mengarahkan dia sebagai pelaku, baru kita interogasi lebih dalam,” ucap Titus. [Red]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com