Pegawai Kementerian LHK Bersama Istri, Bayi 3 Bulan, Ibu Kandung, Keponakan Ada di Sriwijaya Air SJ 182

  • Whatsapp
Petugas memeriksa benda diduga serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang hilang kontak di perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.40 WIB di ketinggian 10 ribu kaki tersebut membawa enam awak dan 56 penumpang. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

INDOPOLITIKA.COM – Seorang pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bernama Rizki Wahyudi merupakan salah satu penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.47 WIB.

Rizki Wahyudi merupakan staf Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Taman Nasional Gunung Palung yang berada di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang di Kalimantan Barat. “Benar. Mohon doanya,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung Ari Wibawanto seperti dinukil dari ANTARA, Minggu (10/1/2021).

Berita Lainnya

Dalam kesempatan berbeda, Sekjen KLHK Bambang Hendroyono melalui aplikasi pesan juga menyampaikan duka terkait dengan hilangnya Sriwajaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak. Dalam pesan tersebut, ia mengatakan bahwa Rizki merupakan PEH yang bertugas di Taman Nasional Gunung Palung.

Rizki diduga berangkat menuju Pontianak dengan pesawat itu bersama istri, anak yang berusia tiga bulan, ibu kandung, dan seorang keponakannya.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak kehilangan kontak, sekitar pukul 14.40 WIB, seperti yang dikonfirmasi oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto.

Pesawat bernomor registrasi PK CLC dengan jenis Boeing 737-500 itu, kehilangan kontak pada posisi 11 nautical mile utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan saat menambah ketinggian ke 13.000 kaki.

Pemerintah sudah mengarahkan tim pencarian yang terdiri atas Badan Nasional Pencairan dan Pertolongan (Basarnas), Badan Keamanan Laut, Kementerian Perhubungan, dan berbagai unsur lain. [ind]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *