Internasional

Pejabat Anomin Kritik Pemerintah, Trump Tuduh Ada Pengkhianatan

Seorang pejabat tak dikenal mengkritik pemerintahan Donald Trump. (Foto: AFP).

Washington: Artikel anonim yang ditulis oleh pejabat pemerintahan Amerika Serikat (AS) saat ini, muncul tiba-tiba. Sontak Presiden AS Donald Trump bereaksi dengan murka.
 
Artikel op-ed, diterbitkan di New York Times pada Rabu, menjadi kritik mengejutkan untuk Trump dan tanpa preseden dalam sejarah Amerika modern. Penulis anonim menggambarkan Trump sebagai amoral, "anti-perdagangan dan anti-demokrasi" serta cenderung membuat "keputusan setengah matang, kurang informasi, dan kadang-kadang sembrono".
 
Penulis mengklaim para ajudannya sudah mengeksplorasi kemungkinan untuk mendongkel Trump dari jabatannya melalui amandemen ke-25, mekanisme konstitusional yang kompleks demi memungkinkan penggantian seorang presiden yang "gagal menunaikan kekuasaan dan tugas-tugas kantornya". Tetapi akhirnya upaya itu telah diputuskan tidak akan dilakukan.
 
Trump menanggapi artikel itu di Gedung Putih pada Rabu malam. Mengejeknya karena "anonim, yang berarti penakut" dan menggambarkan penulis sebagai "beberapa sumber anonim dalam administrasi mungkin yang gagal dan dikutip untuk semua alasan yang keliru".
 
Dia lanjutkan dengan menyebut New York Times "gagal" dan bersikeras "mereka tidak suka Donald Trump dan saya tidak suka mereka karena mereka orang yang sangat tidak jujur".
 
Dalam sebuah cuitan pada Rabu malam, Trump melangkah lebih jauh dan hanya bertanya "PENGKHIANATAN?" Dalam sebuah tweet lanjutan, dia bersikukuh: "Jika orang yang tidak setia kurang keberanian atau tekad memang ada, Times harus, atas nama tujuan Keamanan Nasional, menyerahkan dirinya kepada pemerintah!"
 
Menulis artikel op-ed di New York Times tidak melanggar undang-undang apa pun dalam aturan hukum Amerika Serikat.
 
Berbeda dengan kritikus Trump dari Partai Demokrat, penulis menjelaskan bahwa "kami bukan perlawanan populer dari sayap kiri", tetapi koalisi yang menginginkan pemerintahan berkembang.
 
"Kami ingin pemerintah berhasil dan berpikir bahwa banyak dari kebijakannya telah membuat Amerika lebih aman dan lebih sejahtera," gores sang penulis anonim, seperti dilansir dari Guardian, Kamis 6 September 2018.
 
Penulis memuji upaya mereka sebagai 'heroik' ketika mereka berupaya "menjaga keputusan buruk dibuat dari West Wing (sebuah bagian dari kantor Presiden AS di Gedung Putih)" dan menepis "perilaku tidak karuan" Trump. Mereka juga mengklaim bahwa prestasi pemerintah telah memberi secercah "titik terang" seperti "deregulasi yang efektif, reformasi pajak bersejarah, militer yang lebih kuat, dan banyak lagi".
 
Sebuah pernyataan resmi dari Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, berbunyi: "Hampir 62 juta orang memilih presiden Donald J Trump pada 2016, membuatnya mendapatkan 306 suara Electoral College — dibandingkan dengan 232 untuk lawannya. Tak satu pun dari mereka memilih sumber anonim, tanpa nama untuk New York Times yang gagal. Kami kecewa, tetapi tidak terkejut, bahwa artikel itu memilih untuk menerbitkan ihwal yang menyedihkan, sembrono, dan egois. Ini hanyalah contoh lain dari upaya bersama media liberal untuk mendiskreditkan presiden."
 
"Individu di balik karya tulis ini telah memilih untuk menipu, daripada mendukung, presiden Amerika Serikat terpilih. Dia tidak menjunjung simbol negara, tetapi menempatkan dirinya dan egonya di depan kehendak rakyat Amerika. Pengecut ini harus melakukan hal yang benar dan mengundurkan diri," sebut Sanders.
 
Salah satu mantan pejabat Gedung Putih mengaku terperangah oleh artikel tersebut. "Saya dulu tertawa ketika pendukung Trump fanatik akan resah tentang anti-Trump berupa 'sel tidur' di dalam pemerintahan," kata mantan asisten Gedung Putih itu.
 
Sebastian Gorka, mantan asisten Gedung Putih yang kontroversial, mengatakan kepada Guardian: "Jika ini tahun 1917 atau 1944 maka artikel seperti ini akan dianggap sebagai pengkhianatan tertinggi."
 
Gejolak ini terjadi hanya sehari menyusul kutipan dari buku wartawan veteran Bob Woodward, 'Fear' diterbitkan di Washington Post. Isinya merinci kritik pedas dari sejumlah pejabat pemerintah senior saat ini dan mantan pejabat terhadap Trump.
 
Artikel op-ed itu diterbitkan sebagai tulisan anonim oleh New York Times, yang menggambarkan penulisnya sebagai "seorang pejabat senior dalam pemerintah Trump yang identitasnya diketahui oleh kami dan yang pekerjaannya akan terancam bila identitasnya diungkapkan".

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close