Pejabat Palestina: Israel Hujani Lebih dari 18.000 Ton Peledak di Gaza

Israel masih melancarkan serangan tanpa henti ke jalur Gaza. Foto: presstv.ir

INDOPOLITIKA.COM – Para pejabat Palestina di Jalur Gaza yang terkepung mengatakan bahwa rezim Israel telah menjatuhkan hampir 20.000 ton bahan peledak di wilayah tersebut dalam perang agresi yang sedang berlangsung.

“Tentara pendudukan Israel telah menjatuhkan lebih dari 18.000 ton bahan peledak di Jalur Gaza sejak agresinya dimulai 24 hari yang lalu,” kata Kantor Media Pemerintah di Gaza dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Aljazeera, Selasa (31/10/2023).

Kantor tersebut menambahkan bahwa 10.000 orang telah terbunuh atau masih hilang sebagai akibat dari pemboman intensif oleh rezim tersebut, yang telah menyebabkan kehancuran berskala besar.

Kantor tersebut mengatakan bahwa 50 ton bahan peledak telah dijatuhkan di setiap kilometer di Jalur Gaza sejauh ini.

Pernyataan tersebut muncul setelah kantor media gerakan perlawanan Palestina Hamas yang berbasis di Gaza mengatakan pekan lalu bahwa Israel telah membom Gaza dengan lebih dari 12.000 ton bahan peledak.

Ditambahkan bahwa jumlah tersebut setara dengan kekuatan bom nuklir yang dijatuhkan di kota Hiroshima, Jepang.

Sebelumnya pada hari Senin, Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Hissein Brahim Taha mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengeboman tanpa henti oleh Israel di Jalur Gaza yang terkepung merupakan kejahatan perang dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional.

Dia menambahkan bahwa serangan udara Israel juga telah mengakibatkan “melukai warga sipil yang tidak bersalah, termasuk wanita, anak-anak, petugas medis dan wartawan.”

Israel melancarkan perang berdarah di Jalur Gaza pada 7 Oktober setelah gerakan perlawanan Palestina yang berbasis di sana melancarkan serangan mendadak, yang dijuluki Operasi Badai al-Aqsa, terhadap entitas penjajah tersebut.

Sejak dimulainya perang, rezim Israel telah melakukan kejahatan perang di Gaza, menewaskan lebih dari 8.300 warga Palestina, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.

Rezim Israel juga telah memberlakukan pengepungan total di wilayah tersebut, memutus pasokan bahan bakar, listrik, makanan, dan air kepada lebih dari dua juta warga Palestina yang tinggal di sana. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *