Pelaku Tak Tahu yang Ditusuk Wiranto

  • Whatsapp
Karopenmas Divisi Humas Polri Birgjen Pol Dedi Prasetyo

INDOPOLITIKA.COM – Pelaku penusukan, Syahrial Alamsyah (AS) alias Abu Rara tidak mengetahui kalau yang ditusuk adalah Menkopolhukam Wiranto. Hal itu dikatakan karopenmas Divisi Humas Polri, Dedi Prasetyo.

Dedi mengatakan, AS memiliki rasa takut, stres dan tertekan mendengar ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi Fazri Pahlawan alias Abu Zee Ghuroba beberapa hari lalu ditangkap. Hal itulah yang membuat Abu Rara dan istrinya, Fitri Andriana (FA) memutuskan melakukan amaliyah yaitu berkorban nyawa untuk agama.

Baca Juga:

“Dalam pemeriksaan dua hari ini, ditemukan Abu Rara merasa takut, stres dan tertekan mendengar ketuanya ditangkap. Sehingga Abu Rara dan istrinya melakukan amaliyah dengan bilang ke istrinya harus melakukan persiapan amaliyah dengan benda-benda mematikan,” katanya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (12/10).

Dedi melanjutkan, meski Abu Rara tidak terafiliasi dengan ketua JAD Bekasi Abu Zee tersebut, tetapi Abu Rara pernah satu kali berkomunikasi dengan Abu Zee melalui media sosial. Bahkan, Abu Rara dan Fitri Andriana dinikahkan oleh Abu Zee sebelum, mereka pergi dan tinggal di Kampung Menes, Pandeglang, Banten.

Dedi melanjutkan Abu Rara dan istrinya sudah melakukan persiapan dengan mereka melihat ada pejabat yang datang ke Lapangan Alun – Alun Menes, Desa Purwaraja, Menes, Pandeglang, Banten. Kebetulan tempat tinggal Abu Rara dan istrinya ke Alun- Alun Menes hanya sekitar 300 meter.

Lalu, Abu Rara dan istrinya mendekat ke arah Wiranto dengan alasan ingin berswafoto. Para aparat keamanan sudah menghalau mereka. Namun, Abu Rara tetap menerobos dan langsung menusuk anak buah Wiranto yang bernama Fuad, habis itu langsung ke Wiranto.

Sementara itu, Kapolsek Menes Kompol Daryanto juga terluka di bagian punggung yang ditusuk oleh istri Abu Rara. Mereka menggunakan pisau kunai. Dedi mengaku pisau kunai tersebut melekat di tangan dan susah dilepas. Lalu, aparat keamanan melakukan pelumpuhan dan menangkap mereka.

“Aksi Abu Rara dan istrinya ini spontan. Mereka tidak tahu siapa pejabat yang mereka tusuk. Tapi tujuan mereka pejabat dan kepolisian. Yang mereka tahu pejabat datang, masyarakat ramai berdatangan, dan mereka lakukan gerakan amaliyah agar langsung meninggal di tempat karena dilumpuhkan polisi. Bayangan meteka seperti itu. Namun, mereka saat ini masih ditangkap,” ujar dia.

Terkait pelaku Abu Rara memang sudah dipantau selama tiga bulan. Namun, alasan belum ditangkap karena polisi belum menemukan adanya bukti perbuatan melawan hukum.

“Saat itu di Kampung Menes belum ditemukan adanya persiapan atau bukti secara otentik yang melawan hukum yang dilakukan Abu Rara,” kata dia.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *