“Pelaporan Sukmawati Soal Penodaan Agama Sebaiknya Dilakukan Secara Perdata”

  • Whatsapp
Sukmawati Soekarnoputri

INDOPOLITIKA.COM – Peneliti Hukum dari Indonesian Legal Roundtable (ILR) Erwin Notosmal Oemar mengatakan, kasus Sukmawati Soekarnoputri yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW, belum memiliki kejelasan.

Bagi pihak yang merasa dirugikan oleh pernyataan Sukmawati, Erwin mengatakan lebih baik kasus tersebut diselesaikan secara perdata.

Bacaan Lainnya

“Saya mendorong untuk kalau merasa dirugikan sebaiknya perdata aja, jangan pidana, bukan (tidak lapor) demikian,” tutur Erwin, di kantor Imparsial, Jakarta Selatan, Minggu (17/11/2019).

Erwin kemudian memberi alasan bahwa, regulasi pidana terkait penodaan agama dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) masih multitafsir.

“Regulasi pidana kita ini definisinya masih multitafsir sehingga kemudian hal-hal yang itu masih tahap abu-abu antara terhina dan tidak terhina, itu bisa didebatkan juga objek yang terhina itu siapa, siapa yang bisa mewakili orang terhina itu,” paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *