Internasional

Peluk Hangat Kim Jong-un Sambut Presiden Korea Selatan

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyambut Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dengan pelukan hangat. (Foto: Channel News Asia).

Pyongyang: Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un memeluk hangat Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in. Sikap hangat ini memulai pertemuan tingkat tinggi ketiga antara kedua negara.
 
Baca juga: Pemimpin Korsel-Korut akan Kembali Bertemu.
 
Senyum lebar tampak dari kedua pemimpin bertetangga itu, ketika Presiden Moon tiba di Pyongyang bersama istrinya, Kim Jung-sook. Kedua pemimpin akan berupaya merampungkan pembicaraan mengenai denukrilisasi, menurunkan tensi militer dan mempromosikan Semenanjung Korea yang lebih damai.
 
Kedatangan Presiden Moon pada Selasa 18 September di Pyongyang disambut oleh ribuan warga Korea Utara memegang karangan bunga melambai-lambaikan bendera nasional dan unifikasi kedua negara.
 
Moon mengatakan di awal perjalanannya bahwa ia akan mendorong "perdamaian permanen yang tidak dapat diubah". "Saya akan mengupayakan dialog yang lebih baik antara Pyongyang dan Washington selama pembicaraan 'dari hati ke hati' dengan Kim," ujar Presiden Moon Jae-in, seperti dikutip KBS.
 
Namun Kepala staf Moon mengecilkan kemungkinan bahwa KTT Moon dengan Kim akan menghasilkan kemajuan besar dalam diplomasi nuklir.
 
Presiden Moon sejak menjabat Mei tahun lalu, Moon telah bertemu Kim Jong-un sebanyak dua kali di desa perbatasan bersama Korea, Panmunjom. Perjalanannya ke Pyongyang membuatnya menjadi pemimpin Korea Selatan ketiga yang mengunjungi ibu kota Korea Utara untuk menghadiri pertemuan puncak antar-Korea sejak semenanjung itu dibagi dua kekuasaan.
 
Korut didukung oleh kekuatan Uni Soviet dan Tiongkok, sementara Korsel didukung oleh Amerika Serikat (AS).  Moon dan Kim sama-sama mendorong Washington yang enggan menandatangani secara resmi mengakhiri perang dengan perjanjian damai.
 
Dua pendahulu Presiden Moon, yang berasal dari kubu liberal yakni, Kim Dae-jung dan Roh Moo-hyun, pergi ke Pyongyang pada tahun 2000 dan 2007. Masing-masing, untuk bertemu dengan ayah Kim Jong-un, Kim Jong-Il.
 
Perjalanan itu menghasilkan banyak proyek pemulihan hubungan antar-Korea. Tetapi mereka kemudian ditangguhkan setelah kelompok konservatif mengambil alih kekuasaan di Seoul dengan kebijakan garis keras terhadap Korea Utara. Kim Jong-Un mengambil alih kekuasaan pada akhir 2011 setelah kematian ayahnya.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close