Hukum

Pemanggilan Ijeck Hanya Sebagai Saksi, KPK Minta Publik Berpikir Jernih

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk memberikan keterangan. Oleh sebab itu, ini harus celar buat publik, dipanggil sebagai saksi dan sebagai yang lain-lain itu berbeda," kata Saut Situmorang.

MEDAN – Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengapresiasi sikap Musa Rajekshah alias Ijeck yang memenuhi panggilan penyidik KPK untuk memberikan kesaksian terhadap kasus suap yang menjerat puluhan mantan dan anggota DPRD Sumut.

Saut meminta publik untuk berpikir jernih mengenai status Ijeck pada pemanggilan itu. Ijeck dipanggil sebagai saksi, bukan status lainnya.

Pernyataan ini disampaikan Saut saat hadir pada pengumuman LHKPN calon kepala daerah di Aula Raja Inal Siregar Lantai II Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (24/4/2018).

“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk memberikan keterangan. Oleh sebab itu, ini harus celar buat publik, dipanggil sebagai saksi dan sebagai yang lain-lain itu berbeda. Jadi harus kita hargai yang bersangkutan sebagai warga negara mau memberi keterangan sebagai apa yang dia ketahui, sejauh apa peranan. Itu merupakan penghargaan yang harus diberikan,” kata Saut.

Tidak hanya sekali, Saut terdengar dua kali menyebut apresiasi kepada Ijeck karena mau memberikan kesaksiannya.

“Ketika proses sedang berjalan, publik harus clear. Karena KPK tidak masuk ke penindakan kita masih proses meminta keterangan. Dan itu penghargaan yang harus diberikan kepada orang yang mau memberikan keterangan sehingga kasus 38 orang itu bisa lebih bersih,” kata Saut. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Close
Close