Pembangunan Terowongan MRT Fase II Melewati Kawasan Barat Daya Monas

  • Whatsapp
Dirut MRT William Sabandar

INDOPOLITIKA.COM – Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, William Sabandar mengklarifikasi mengenai proyek terowongan bawah tanah fase II MRT yang melintasi kawasan Monas. Menurutnya, proyek terowongan bawah tanah fase II akan dilakukan di sisi barat daya Monas bukan di sisi selatan.

William menegaskan bahwa penebangan ratusan pohon di sisi selatan Monas tak berkaitan dengan proyek terowongan fase II tersebut. “Terowongan fase II dilakukan di sisi barat daya Monas, bukan di seisi selatan,” kata William saat ditemui dalam ‘groundbreaking Halte Transjakarta Centrale Stichting Wederopbouw (CSW)’, di Halte MRT ASEAN, Jalan Singsingamaraja, Rabu (22/1/2020).

Bacaan Lainnya

William juga mengatakan proyek terowongan bawah tanah tersebut akan dimulai dari Bundaran HI hingga ke Stasiun Kota. Sementara proses pelelangan rute tersebut masuk dalam paket CP201. “Pengerjaan proyek ini akan dimulai pada bulan Maret tahun ini,” ucap William.

Perlu diketahui, secara keseluruhan proyek MRT fase II ini adalah pembangunan rute Bundaran HI-Kota. Targetnya, rute tersebut akan rampung pada tahun 2024. Pembangunan MRT fase II ini diawali dengan paket CP200, saat ini pengembangannya sudah 53,26%. CP200 adalah pembangunan gardu induk MRT fase II di Monas. Nantinya akan dibangun dinding diafragma untuk gardu tersebut.

Sebagai informasi, MRT rute Bundaran HI-Kota membentang sepanjang 5,8 kilometer. Rute ini dilengkapi 7 stasiun bawah tanah mulai dari Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota.

Selain itu hanya butuh waktu 45 menit menuju Kota dari Lebak Bulus dengan headway cuma lima menit. Sebelumnya, William Syahbandar pernah menjelaskan yang unik dari proyek fase II adalah jalur bertingkat di bawah tanah.

“Ini karena menyempit di sekitar Harmoni jadinya jalur kita nggak kanan kiri tapi bertingkat di bawah tanah, masuk ke Sawah Besar sampai kota balik lagi sejajar kanan kiri,” papar William.

William juga menjelaskan bahwa dalam proyek ini akan menebang 92 pohon yang terdapat di bagian barat daya Monas. “Maksudnya agar alat berat bisa masuk ke kawasan tersebut,” jelas William

Tak hanya itu, nantinya MRT juga akan bertanggung jawab dengan menanamkam kembali 10 kali lipat jumlah pohon yang ditebang yakni sebanyak 920 pohon. Jumlah tersebut terdiri atas 800 pohon tabebuya dan 120 pohon cemara norfolk.

“Dari 92 kita ganti 10 kali lipat sebanyak 920 pohon. Nantinya pohon-pohon tersebut akan ditanam di sejumlah ruas jalan di Jakarta,” kata William.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *