Pemerintah Bakal Pangkas Jatah Minyak Mentah Pertamina

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan pihaknya akan memangkas jatah impor minyak mentah (crude oil) PT Pertamina (Persero) pada 2020.

Pemangkasan jatah impor ini dilakukan supaya Pertamina lebih agresif menyerap minyak mentah dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dari dalam negeri.

Bacaan Lainnya

“Selama ini Pertamina mengajukan impor minyak mentah sebesar 80 juta barel setiap tahun. Kita akan memangkas jatah impor tahun ini sebanyak 8 ribu barel minyak per hari selama 2020. Jadi sekitar 30 juta barel dalam setahun,” ujar Djoko di Kantor Ditjen Migas, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Lebih lanjut, dia mengatakan, tahun ini Pertamina akan menyerap sekitar 120.000 barel per hari dari KKKS dalam negeri. Namun, pihaknya optimis Pertamina dapat meningkatkan penyerapan minyak mentah dari dalam negeri karena potensi minyak yang bisa diserap mencapai 200.000 barel per hari.

“Jadi dari sekitar 200.000 barel per hari, dan baru 120.000 barel per hari yang berhasil dibeli. Ada sekitar 80.000 barel per hari belum berhasil kita beli,” ucapnya.

Kendati demikian, Djoko berharap agar Pertamina bisa segera mencapai kata sepakat dalam melakukan negosiasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk pembelian crude dalam negeri.

“Ya supaya dia berupaya membeli di dalam negeri, dengan bernegosiasi produksi yang belum berhasil dibeli,” tegasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina membutuhkan minyak mentah sekitar 6-7 juta barel per bulan pada 2020, atau sama seperti tahun lalu. Jenis minyak yang diimpor yakni light crude dan medium crude, di luar minyak mentah jenis Arabian Light Crude.

Dilihat dari pengiriman negara, Pertamina mengimpor minyak mentah sebanyak 3 juta barel per bulan yang biasanya berupa Arabian Light Crude dari Timur Tengah.

Selain itu, Senior Vice President Integrated Supply Chain Pertamina Hasto Wibowo pernah mengatakan bahwa pihaknya akan mengimpor minyak mentah sebanyak 950 ribu barel per bulan dari Amerika Serikat pada 2020.

Tahun lalu, Pertamina mengimpor minyak dari Negeri Paman Sam sebanyak dua kali pengapalan pada Juni dan November dengan volume masing-masing 650 ribu bph. Impor minyak tersebut untuk menutup kebutuhan Kilang Cilacap.

“Tahun depan, term (jangka waktu impor) Februari hingga Juni sebesar 950 ribu barel per bulan,” katanya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *