Pemerintah Habiskan Rp1 M Sewa Kendaraan Untuk Tamu Negara

  • Whatsapp
Kendaraan Sewa Untuk Tamu Undangan Menghadiri Pelantikan Presiden Jokowi

INDOPOLITIKA.COM– Pelantikan Presiden Joko widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk periode 2019-2024 akan diselenggarakan pada hari Minggu (20/10) mendatang. Sejumlah persiapan pun sudah dirampungkan oleh pihak istana. Salah satunya persiapan mobil sewaan untuk para tamu undangan.

Belasan mobil bermerek Mercedes Benz berwarna hitam terparkir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/10/2019). Mobil-mobil mewah tersebut adalah mobil yang akan digunakan tamu-tamu negara yang akan datang ke Indonesia menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo – Maruf Amin.

Berita Lainnya

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan sebanyak 18 unit mobil yang disiapkan oleh pihak Istana untuk para tamu negara. Tamu-tamu tersebut diantaranya, Singapura, Myanmar, PM China, Filipina, USA (United State America), Malaysia, Vietnam, Australia dan lain-lain.

“Kami siapkan 18 unit kendaraan yang memang semestinya kami siapkan. Di belakang sini sudah ada,” ujar Heru di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Heru mengaku untuk menyewa kendaraan jenis mobil Mercedes Benz S 450 L untuk kepala negara dan Mercedes Benz E 300 untuk utusan kepala negara, pihak istana menghabiskan uang sebanyak Rp 1 miliar.

“Semua yang kami siapkan kendaraan yang premium S 450 untuk kepala negara dan selevel atau utusan itu adalah E 300, Kita tentunya dalam waktu yang singkat menyewa tapi persyaratannya kami minta yang baru yang bener-bener dari pabrik. Dari anggaran kami kurang lebih Rp 1 miliar,” ucap Heru.

Heru menambahkan, alasan memilih tipe kendaraan tersebut karena faktor keamanan dan kenyamanan.

“Tentunya ini kendaraan yang dipasaran juga ada ya, cuma kelasnya adalah S 450. Keamanan mungkin akan diback up paspampres kami sudah mempersiapkan jauh-jauh hari dan tentunya ada rangkaian dari Soekarno Hatta atau dari Halim (Bandara) itu rangkaian full selaku bagaimana atau kepala negara atau negara,” tandasnya. (pit)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *