Pemerintah Jangan Asal Lakukan Relaksasi PSBB

  • Whatsapp
Kurniasih Mufidayati

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah berencana melakukan relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan mengijinkan orang dengan usia 45 tahun kebawa untuk beraktivitas di luar untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

Pelonggaran ini juga dimaksudkan agar ekonomi mulai kembali bergerak setelah selama 2 bulan dilakukan berbagai kegiatan ekonomi. Namun dalam melakukan kegiatannya, kegiatan bekerja atau akivitas ekonomi lain harus tetap memenuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid-19.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mengingatkan agar rencana melakukan pelonggaran ini harus didahului dengan sosialisasi dan yang terpenting juga edukasi secara massif kepada masyarakat.

“Sosialisasi dan edukasi untuk untuk menjelaskan pelonggaran seperti apa yang dilakukan, siapa yang dibolehkan beraktivitas dan kegiatan apa saja yang boleh dilakukan kepada kelompok usia yang diberikan pelonggaran,” kata Mufida di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Hal ini mengingat, lanjut dia, tingkat pertambahan kasus baru positif covid-19 masih fluktuatif dan berada di level yang tinggi. Korban meninggal dunia juga masih cukup tinggi

Edukasi juga harus menjelaskan protokol kesehatan yang harus dipenuhi dalam melakukan aktivitas seperti tetap memakai masker atau pelindung wajah, selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, tidak menyentuh wajah kecuali tangan sudah steril, tetap selalu menjaga jarak fisik, menghindari kerumuman dan langung mandi setelah kembali ke rumah serta mencuci baju yang dipakai dengan deterjen.

“Sosialisasi dan edukasi ini sangat penting agar pelonggaran ini tidak disalah artikan oleh masyarakat dengan euforia kebebasan dan secara bebas keluar atau menjalai kehidupan seperti sebelum pandemi tanpa menghiraukan potensi penyebaran yang masih sangat mungkin terjadi,” ujarnya.

“Sosialisasi dan Edukasi pun perlu dilakukan dengan cara dan media yang tepat seperti penggunaan media sosial maupun media elektronik dengan penjelasan yang menarik,” tambahnya.

Politisi PKS ini juga meminta agar pelonggaran dilakuan secara bertahap dan diikuti evaluasi. Pda tahap pertama misalnya pelonggaran bisa dilakukan pada kelompok usia produktif 17-44 tahun dengan kondisi fisik yang sehat agar bisa beraktivitas ekonomi.

“Sehingga anak-anak maupun usia sekolah tidak bebas berada diluar. Pelonggaran betul-betul ditujukan untuk menggerakan ekonomi secara bertahap dan membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan nafkahnya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Mufida juga mengingatkan, setelah pelonggaran dilakukan, segera diikuti dengan melakukan evaluasi cepat misalnya 2 minggu setelah pelongaran. Evaluasi dilakukan untuk melihat efektivitas pelonggaran dalam menggerakan perekonomian dan tetap terkendalinya penyebaran virus c-19.

Jika ternyata pelonggaran ini justru memberi dampak negatif, maka pemerintah harus berani menarik kembali kebijakan pelonggaran ini. Jangan sampai pelonggaran ini justri menimbulkan gelombang penularan covid-19 yang semakin besar terutama di Jabidetabek.

“Jangan sampai para dokter dan tenaga kesehatan lain yang sudah banyak berkorban dan bekerja tak kenal lelah, harus kembali menjadi korban kebijakan yang tidak tepat,” pungkasnya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *