INDOPOLITIKA.COM  – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV tahun 2020 masih terkontraksi sebesar 2,19% (YoY), lebih baik dari triwulan sebelumnya (- 3,49 persen, YoY). Lemahnya daya beli masyarakat masih menjadi penyebab utama terkontraksinya perekonomian.

Asisten Deputi Pengembangan Rantai Pasok Usaha Mikro-Kemenkop dan UKM, Sutarmo, mengungkapkan Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menyiapkan sejumlah stimulus untuk UMKM yang diharapkan menjadi upaya nyata untuk membangkitkan perekonomian di Indonesia.

Pada 2021 ini, kata Sutarmo, pemerintah menargetkan 12,8 juta usaha mikro akan menerima BPUM. Nilai bantuannya Rp1,2 juta per usaha mikro.

“Anggaran tersedia Rp11,76 Triliun pada DIPA yang terbit 10 Maret 2021 untuk 9,8 juta penerima,” ungkap Sutarmo, pada acara Webinar tentang UMKM yang digelar Vidia Sinergy bekerja sama dengan Pegadaian Syariah dan Kemenkop dan UKM, Rabu, (24/3/2021).

Pemerintah terus mendukung UMKM untuk dapat bertahan di era pandemi. Dengan berbagai program yang telah dilakukan melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional, seperti Insentif pajak, relaksasi dam restrukturisasi kredit serta perluasan pembiayaan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong program digitalisasi UMKM, Reaktivasi Usaha sesuai Sektor dan Golongan Wilayah dan juga mengadakan pelatihan serta pendampingan pelaku UMKM.

Diharapkan dengan berbagai program tersebut akan berdampak baik untuk UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. [rif]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com