Internasional

Pemerkosaan Anak kembali Terjadi di India

Warga dan aktivis di New Delhi, 12 April 2018, memprotes maraknya kasus pemerkosaan anak di India. (Foto: AFP/SAJJAD HUSSAIN)

Sahaspur: Lima anak laki-laki diduga memperkosa seorang bocah perempuan berusia delapan tahun di wilayah perumahan mereka ketika orang tua korban sedang tidak ada di rumah di wilayah Sahaspur, India.

Saat diperiksa polisi, lima anak-anak lelaki itu, berusia antara sembilan hingga 14 tahun, mengaku telah menonton konten pornografi di telepon seluler mereka dua hari sebelum melakukan pemerkosaan.

Peristiwa terjadi pada 12 Juli, yang baru terungkap pada Sabtu malam ketika orang tua korban melaporkan pemerkosaan itu ke polisi.

Anak-anak yang dituduh langsung ditahan dan dibawa ke panti remaja oleh Hakim Kepala Pengadilan Anak India, Bhavdeep Rawat.

Menurut keterangan polisi, korban sedang bermain di luar rumahnya pada 12 Juli. Lima pelaku kemudian membujuknya ke sebuah rumah kosong, yang merupakan milik salah satu orang tua tertuduh.

Korban kemudian ditawarkan cokelat, dan setelah itu kelimanya langsung melakukan pemerkosaan secara bergantian.

Baca: India akan Hukum Mati Pemerkosa Anak Dibawah 12 Tahun

Orang tua korban tidak ada di rumah ketika insiden terjadi. Orang tua korban curiga ketika anaknya tidak mau makan malam dan menjadi sangat pendiam. 

"Ketika ditanya oleh ibunya, gadis itu menceritakan tentang perbuatan mereka," kata anggota Kepolisian Sahaspur, seperti dikutip dari Khaleej Times, Rabu 18 Juli 2018.

Mengaku terkejut atas pemerkosaan tersebut, Bhavedeep mengatakan kasus ini adalah indikasi atas konsekuensi berbahaya dari akses internet tanpa pengawasan. 
Ia menyarankan kepada semua orang tua untuk menjauhkan telepon genggam dari jangkauan anak-anak di bawah umur.

Sebelumnya, 18 di India pria telah diajukan ke pengadilan di kota Chennai atas tuduhan berulang kali memperkosa seorang anak perempuan berusia 12 tahun selama tujuh bulan.

Para pria tersebut dilaporkan semuanya pekerja di sebuah blok apartemen dimana anak itu tinggal, ada yang bekerja sebagai petugas keamanan, penjaga lift dan juga tukang bangunan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close