INDOPOLITIKA.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan agar 716 Tempat Pemungutan Suara (TPS) segera menggelar Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) dan Penghitungan Suara Susulan (PSL) di Pemilu 2024.

Rekomendasi 716 TPS gelar PSL dan PSS tersebut diberikan Bawaslu kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilu 2024.

“Pelaksanaan PSL/PSS dilakukan paling lambat 10 hari setelah hari pemungutan suara,” kata Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu RI, Lolly Suhenty, pada Rabu (21/2).

Lolly menyebut alasan harus dilaksanakannya PSL/PSS adalah kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam atau gangguan lainnya yang mengakibatkan sebagian tahapan pemungutan suara atau penghitungan suara di TPS tidak dapat dilaksanakan.

“Rekomendasi ini dikeluarkan untuk mengawal kemurnian pemilih hak pilih dan penggunaan hak pilih di TPS, kemurnian surat suara di TPS, dan kemurnian data hasil penghitungan suara di TPS pada Pemilu 2024,” ujarnya.

Lolly mengatakan pengawas pemilu telah melakukan penelitian dan pemeriksaan. Kesimpulannya, ratusan TPS itu telah terpenuhi keadaan yang menjadi syarat PSL dan PSS sebagaimana ketentuan Pasal 109 dan 110 Peraturan KPU Nomor 25 Tahun 2023.

Lolly menyebut Papua Tengah menjadi provinsi dengan jumlah rekomendasi PSS paling banyak. Di wilayah itu, terdapat 387 TPS yang harus menggelar PSS.

Lolly menjelaskan di Papua Tengah terjadi gangguan keamanan yang cukup parah seperrti perusakan logistik saat kotak dan surat suara hendak didistribusikan ke TPS di Paniai.

Selain Papua Tengah, ada Jawa Tengah dengan total 114 TPS yang akan menggelar PSS. Semuanya berlokasi di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Wilayah itu haris menggelar PSS karena banjir.

Sebelumnya, KPU mengungkapkan sebanyak 615 TPS harus menggelar pemungutan suara ulang di Pemilu 2024 ini. Jumlah itu berdasarkan catatan KPUper Selasa (20/2) pukul 23.00 WIB.

“Jumlah Pemungutan Suara Ulang (PSU) sebanyak 615 TPS,” kata Anggota KPU Idham Holik saat dihubungi, Rabu (21/2).

Selain itu, Idham juga menyampaikan 120 TPS harus menggelar PSL dan 224 TPS harus menggelar PSS.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com