Pemkot Tangerang Deklarasikan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Lingkungan Pendidikan

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Sosialisasi dan Deklarasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Lingkungan Pendidikan Tinggi, pada Selasa (9/8/22). Foto/IST

INDOPOLITIKA. COM – Guna menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Sosialisasi dan Deklarasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Lingkungan Pendidikan Tinggi, pada Selasa (9/8/22).

Kepala DP3AP2KB, Jatmiko mengatakan, deklarasi tersebut diikuti oleh perwakilan dari perguruan tinggi yang ada di Kota Tangerang dan berharap bisa menyamakan persepsi dalam hal pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Hari ini, kami melaksanakan sosialisasi sekaligus Deklarasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Lingkungan Pendidikan Tinggi khususnya di Kota Tangerang. Tujuan kegiatan ini adalah sebenarnya untuk menyamakan persepsi terhadap pencegahan kekerasan seksual pada perempuan dan anak di tingkat pendidikan tinggi di Kota Tangerang. Deklarasi ini juga dihadiri oleh seluruh perwakilan perguruan tinggi yang ada di Kota Tangerang,” ungkap Jatmiko dalam keterangannya.

Dengan adanya deklrasi ini juga, diharapkan seluruh perguruan tinggi di Kota Tangerang yang berjumlah 28 perguruan tinggi bisa bekerjasama untuk membentuk satgas pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota, kita akan melakukan kerjasama dengan pihak-pihak kampus yang ada di Kota Tangerang untuk pembuatan satgas. Jadi, selain ada satgas di tingkat Kecamatan kita juga secepatnya akan memiliki satgas di tingkat kampus,” tuturnya.

Jatmiko, juga berpesan kepada masyarakat Kota Tangerang untuk jangan segan melapor jika melihat atau menjadi korban kekerasan. Pemerintah Kota Tangerang akan mendampingi seluruh proses hingga selesai dan tanpa dipungut biaya.

“Untuk masyarakat Kota Tangerang, jika melihat atau menjadi korban kekerasan dapat melaporkan kepada kami melalui RT/RW ataupun satgas yang kami sediakan di seluruh 13 Kecamatan yang ada di Kota Tangerang atau juga bisa ke P2TP2A. Semua pendampingan tidak akan dipungut biaya sepeserpun hingga selesai,” tutupnya. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.