Pemprov DKI Jakarta Pastikan Inflasi Stabil dan Stok Pangan Tercukupi Jelang Akhir Tahun

  • Whatsapp
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

INDOPOLITIKA.COM – Jelang akhir tahun 2019, Pemprov DKI Jakarta melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah melakukan koordinasi dan langkah-langkah antisipatif untuk mempersiapkan pasokan komoditas strategis di Jakarta. Seperti ketersediaan beras, telur, daging ayam, daging sapi, dan bumbu-bumbuan.

TPID memastikan bahwa BULOG dan BUMD Pangan terkait, yaitu PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Pasar Jaya, dan PD Dharma Jaya telah memperhitungkan dan mempersiapkan pasokan sesuai dengan kondisi dan bahkan lebih dari kebutuhannya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pemantauan keamanan pangan di pasar-pasar juga terus dilakukan secara rutin agar masyarakat dapat mengonsumsi pangan yang aman dari zat berbahaya dan berkualitas. Akses pangan murah bersubsidipun terus diperluas dan mudah diperoleh oleh masyarakat.

Untuk mendukung proses distribusi dan transportasi, aparat terkait telah disiapkan instrumen untuk mempermudah kelancarannya. Sementara LPG, Pertamina dan Hiswana Migas memastikan bahwa pasokan lancar, stok cukup, dan sewaktu-waktu dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan riil di masyarakat.

Menanggapi hal itu, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengapresiasi langkah yang telah dilakukan TPID Provinsi DKI Jakarta. Anies optimis angka ini akan tetap stabil hingga akhir tahun 2019.

“Alhamdulillah pasokan pangan untuk akhir tahun di Jakarta Insya Allah aman. Dan stok kita itu cukup untuk mengamankan seluruhnya sampai beberapa bulan ke depan. Begitu juga dengan kebutuhan pokok. Proyeksi kebutuhan alhamdulillah dari satu tahun ini, semua prediksi akurat,” kata Anies di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Selain memastikan keamanan stok pangan, TPID juga melakukan inovasi dalam menjaga pasokan dan distribusi melalui beragam channel distribution, antara Iain penggunaan Rice Milling Unit (RMU), JakGrosir, Mini DC, dan JakMart akan berdampak pada efisiensi dalam tata niaga bahan pangan.

Tak hanya itu, TPID yang diwakili oleh BUMD pangan juga akan melakukan perjanjian kerja sama pembelian komoditas seperti telur ayam, daging ayam, daging sapi dan sebagainya.

Sebagai informasi, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi DKI Jakarta tercatat rendah dan stabil. Pada November 2019, IHK di Provinsi DKI Jakarta sebesar 0,19 persen (mtm), angka ini lebih rendah dibandingkan bulan Oktober sebesar 0,21 persen (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK tahun kalendar sampai dengan November 2019 tercatat sebesar 2,92 persen (ytd), atau secara tahunan sebesar 3,53 persen (yoy). Angka ini sesuai target inflasi nasional tahun 2019, yakni 3,5 persen +/-1 persen.

Pencapaian ini berhasil diraih berkat koordinasi pengendalian inflasi yang solid dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta, yang juga akan berdampak positif pada upaya penguatan momentum pemulihan ekonomi dan perbaikan kesejahteraan masyarakat.[rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *