Pemprov DKI Siapkan Tabebuya untuk Mempercantik Kawasan Cikini

  • Whatsapp
Pohon Tabebuya di sepanjang jalan Surabaya. Foto: Net

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pohon tabebuya/tabebuia untuk mempercantik kawasan Cikini, setelah menebang pohon angsana dan beringin, kemarin.

“Nanti kita akan ganti dengan Tabebuia,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati.

Baca Juga:

Ia juga menegaskan, selain pohon Tabebuia, bagian bawah pohon nantinya akan dilengkapi dengan tanaman kecil penyerap polutan seperti tanaman bugenvil dan asoka sehingga dapat mengurangi tingkat polusi di daerah Cikini.

“Tujuannya agar polusi dari kendaraan bermotor dapat langsung diserap mulai dari level bawah oleh tanaman semak tersebut sampai level atas yaitu oleh pohon pelindung,” kata Suzi.

Sekadar informasi, Tabebuia diketahui sudah ditanam terlebih dahulu di Kota Surabaya dan Semarang karena warnanya yang menarik ketika mekar di penghujung musim kemarau.

Melansir laman Wikipedia.org. id, Tabebuya (Handroanthus chrysotrichus), Tabebuya kuning atau Pohon terompet emas adalah sejenis tanaman yang berasal dari negara Brasil, dan termasuk jenis pohon besar.

Seringkali tanaman ini dikira sebagai tanaman Sakura oleh kebanyakan orang, karena bila berbunga bentuknya mirip seperti bunga sakura. Namun kedua tanaman ini sebenarnya tidak berkerabat. Pohon tabebuya memiliki kelebihan. Di antaranya daunnya tidak mudah rontok, disaat musim berbunga maka bunganya terlihat sangat indah dan lebat, akarnya tidak merusak rumah atau tembok walau berbatang keras.

Tanaman Tabebuya memiliki bunga yang berbeda-beda warna. Ada warna kuning dan berbentuk terompet, ada juga yang berwarna pink, ungu, bahkan merah tua. Setiap spesies pohon tabebuya memiliki warna yang berbeda-beda, saat ini warna yang banyak dikenal adalah putih, merah muda, kuning, kuning jingga, magenta, plum, dan ada yang merah. Terdapat motif garis warna ungu di dalam bunganya. Tabebuya pada musim berbunganya mampu menghasilkan jumlah bunga yang sangat banyak dan tidak putus sejak awal musim kemarau hingga menjelang musim hujan.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *