INDOPOLITIKA.COM – Pemprov Jawa Timur terus berupaya menyiapkan segala langkah antisipatif untuk menghadapi wabah Covid-19. Selain menyiagakan 44 RS Rujukan, Jawa Timur juga meluncurkan aplikasi JATIM TANGGAP COVID-19.

Aplikasi tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat Jawa Timur melakukan deteksi dini mengenali gejala-gejala tentang indikasi terserang Covid-19 dan mewaspadai penyebarannya.

Aplikasi yang dapat diakses di laman; https://checkupcovid19.jatimprov.go.id/ didalamnya berisikan tentang cara mengenali diri apakah masing-masing individu termasuk katergori terjangkit virus Covid-19 atau tidak.

Dalam aplikasi didalamnya juga dilengkapi dengan Self Assesment. Self Assesment  adalah  alat sederhana yang bisa membantu menentukan apakah masing-masing individu sehat-sehat saja atau ada gejala yang memerlukan penilaian, pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut untuk COVID-19.

Alat Self Assesment ini diadaptasi dari Self Assesment COVID-19 dari British Columbia, Kanada. Dalam alat ini masyarakat dapat menyelesaikan penilaian ini untuk diri sendiri maupun orang lain.

Aplikasi ini telah dipamerkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dihadapan wartawan, Rabu (18/3/2020) malam di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

“Kami akan mengkordinasikan dengan semua unsur TNI, Polri dan semua lapisan masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi ini agar deteksi dini mudah dilakukan masyarakat Jatim,” katanya.

Dalam aplikasi itu juga dilengkapi dengan keterangan tentang tindakan apa yang  perlu dilakukan masyarakat, jika dalam tubuhnya sedang mengalami gejala-gejala seperti penderita positif virus Covid-19.

Diserbu Warga

website checkupcovid19.jatimprov.go.id yang diluncurkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (18/3/2020) malam sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satunya yakni proses self assesment atau tes pribadi untuk mengetahui tingkat risiko tertulan Corona Virus Disease (Covid) 19.

“Dari data yang terpantau, sampai dengan saat ini sekitar pukul 18.00 WIB, sudah ada 63 ribu warga yang melakukan self assesment. Ini upaya preventif seperti yang disampaikan Ibu Gubernur bahwa self assesment ini dilakukan tanpa batas,” kata Wagub Jatin, Emil Elestianto Dardak, Kamis (19/3/2020) melansir laman jatimprov.

Ia meminta pada masyarakat, khususnya warga Jawa Timur untuk dapat melakukan self assesment. “Website checkupcovid19.jatimprov.go.id ini mohon dikunjungi masyarakat, karena tidak ada batas geografis untuk melakukan upaya oencegahan dan deteksi dini Covid 19 ini,” jelas Emil.

Dengan melakukan self assesment, maka masyarakat bisa mengenali dan memantau kondisi masing-masing. “Jika hasilnya memang kurang baik, maka bisa segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskemas atau rumah sakit rujukan yang telah ditentukan,” ujarnya.

Proses self assesment, lanjut dia, bisa dilakukan secara online bagi siapapun. Bahkan, warga yang masuk kategori sehat dalam resiko yang pulang dari luar negeri atau wilayah pandemi Covid 19 bisa melakukan tes. “Harapannya, ada atau tidak ada keluhan dapat meningkatlan kesadaran diri untuk melakukan cek,” imbaunya.[asa]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com