Pemprov Siapkan Air Bersih di Lokasi Rawan Kekeringan di Jakarta

  • Whatsapp
krisis air

INDOPOLITIKA – Musim kemarau berkepanjangan membuat tujuh provinsi di Tanah Air, terdampak bencana kekeringan. Kekeringan bahkan mengintai Jakarta dan sekitarnya. Oleh karena itu Pemda pun terus melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap penanganan sejumlah kemungkinan yang berdampak pada kekeringan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini yang menyebutkan ada dua titik lokasi yang merupakan rawan akan kekeringan. Dua lokasi itu adalah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Baca Juga:

“Kalau di Jakarta Barat itu ada tiga kecamatan, Kalideres, Cengkareng, sama Kembangan. Lalu, Jakarta Utara di Cilincing, Penjaringan, Pademangan, dan Koja. Wilayah itu saja yang kelihatan agak merah,” ujar Juaini saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta Selasa (27/8).

Lanjutnya, Ia mengatakan Dinas SDA akan melakukan rapat dengan PD PAM Jaya untuk mengantisipasi kekeringan di Jakarta. Dia mengatakan SDA dan PAM Jaya kerjasama untuk mengantisipasi kekeringan. “Kami bekerjasama dengan PD PAM untuk menyalurkan air bersih di lokasi rawan kekeringan,” ucapnya.

Dia menjelaskan teknis kerja sama itu seperti PAM Jaya akan membagikan air-air ke lokasi kekeringan. Sementara, Pemprov akan memetakan dimana saja daerah yang kekeringan dan memerlukan air bersih.

“Kami kerja sama dengan PD PAM, nanti akan menyiapkan depo-depo air bersih itu di lokasi yang kering itu, melalui tangki dan mobil-mobil yang keliling nanti nyamperin ke lokasi-lokasi kekurangan air,” ucapnya.

Juaini pun mengharapkan agar masyarakat ibukota bisa melakukan penghematan terhadap pemakaian air. “Kita menghimbau agar masyarakat menggunakan air sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Diketahui, BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Tangerang Selatan mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Banten dan DKI Jakarta. Diperlukan kewaspadaan terkait adanya ancaman kekeringan. BMKG menganalisis bahwa data hari tanpa hujan (HTH) hingga 20 Agustus 2019 menunjukkan sebagian besar wilayah Banten dan Jakarta mengalami kekeringan dalam rentang dari 20 hari hingga lebih dari 60 hari.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *