INDOPOLITIKA.COM – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan sengketa hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 yang diajukan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.  

Artinya, kemenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024 tidak terbantahkan.    

Salah satu tokoh dan Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Persatuan Ummat Islam (PUI) Banten, Boboy Ringgo mengimbau masyarakat untuk bersikap dewasa dalam menyikapi hasil putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut. 

Boboy menandaskan bahwa pastinya ada pihak yang terpuaskan dan pihak yang kecewa terhadap keputusan tersebut. 

“Untuk itu kami selaku Ormas mengimbau kepada masyarakat mengenai hasil sidang MK pasti tidak bisa memenuhi harapan semua kontestan Pemilu maupun seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu kita harus bersikap legowo dan dewasa,” ungkap Boboy.  

Menurutnya setiap kontestan Pemilu berhak untuk mengadukan gugatan pelanggaran Pemilu 2024 kepada MK yang harus diingat apapun hasilnya harus diterima dengan lapang dada oleh seluruh masyarakat Indonesia. Jangan lagi ada pihak yang memancing di air keruh. 

“Pemilu seperti pertandingan, pasti ada yang menang dan kalah hal itu sudah biasa,” tegasnya. 

“Hal yang harus diingat, salah satu syarat agar bangsa ini bisa maju adalah situasi yang kondusif terkendali dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. 

Tokoh pemuda lainya, Ahmad Taufiq Jamaludin, mengingatkan kembali bahwa pasca Pemilu ini, selain dunia nyata ada dunia siber yang harus dijaga kondusivitasnya.

“Kita harus membangun budaya digital yang baik, bahwa di dunia siber dan media sosial, jangan sampai mengetikkan statement yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Unggahlah konten positif dan yang menyejukkan, demi keutuhan NKRI,” ungkap pria berkaca mata yang akrab dengan sapaan Kang Taufiq.

Taufiq yang juga Pengurus Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Banten mengingatkan bahwa dunia nyata dan dunia siber pada hakikatnya sama sehingga memiliki konsekuensi hukum yang sama.

“Jangan pernah merasa aman di dunia digital, karena jejaknya akan abadi dan keberadaannya dapat ditelusur. Ada UU ITE yang mengajak kita untuk bijak bermedia sosial. Pasca putusan MK ini, tentu respons dari netizen beragam. Menurut saya, kita sudahi perdebatan. Ayo guyub rukun lagi, membangun bangsa. Para pendiri bangsa akan bersedih jika kita terpecah belah,” tutup Taufiq. [Red]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com