Internasional

Pemulangan WN Berpenyakit Langka di Jakarta Tunggu Persetujuan AS

George Pritting, warga negara Amerika Serikat (AS) yang tak berdaya akibat penyakit ALS (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).

Jakarta: George Pritting, warga negara Amerika Serikat (AS) yang menderita penyakit langka, kini tengah menunggu persetujuan Negeri Paman Sam untuk dapat dipulangkan. 

Rabu lalu, Kedutaan Besar AS di Jakarta sudah mengunjungi George.

"Kemarin, Rabu 5 September (pihak kedutaan) datang ke tempat George. Sebenarnya mereka sudah info dari akhir Agustus kalau mau berkunjung ke tempat George dan coba berbicara dengan George mengenai keinginan untuk pulang ke negaranya," kata Martina Veronica, salah satu teman George kepada Medcom.id, Sabtu 8 September 2018.

Martina mengatakan George juga sudah mengutarakan kembali keinginannya untuk pulang ke Amerika. Menurut Martina, pihak kedutaan menyampaikan akan mencoba mengurus kepulangannya.

Namun proses tersebut tak mudah karena ada syarat-syarat yang harus dipenuhi George.

"Jadi, kita sekarang menunggu dan berusaha memenuhi permintaan-permintaan yang diterima kedutaan (dari pemerintah pusat AS) agar prosesnya dapat berjalan lancar dan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat (AS)," imbuh Martina melalui pesan singkat.

Ia menambahkan, pihak kedutaan mendorong George untuk kembali melakukan pemeriksaan kesehatan. Hal tersebut dibutuhkan untuk mengetahui kondisi medis terkini George.

Syarat lain yang harus dipenuhi George adalah surat permintaan kepulangan. Hal tersebut sudah diberikan kemarin, saat pihak kedutaan menemuinya.

"Apabila pengajuan George untuk pulang disetujui pemerintah pusat, dia bisa pulang. Dan mestinya pemerintah akan membayar biaya kepulangannya," tukas Martina.

Baca: Warga AS Telantar di Jakarta akibat Berpenyakit Langka

Martina sendiri baru mengenal George pada Juni lalu. Dia melihat pria 46 tahun itu secara tidak sengaja di Facebook.

"Kebetulan aku ikut di group Expat Buy and Sell Indonesia, dan waktu itu aku lihat dia posting mau jual wheelchair. Aku buka profilnya rupanya dia sakit ALS," cerita dia.

Belas kasihan mendorong Martina membantu George. Padahal dia tidak mengenal pria asal Teneessee itu. "Orang asing sakit dan enggak berdaya di negara orang, bagaimana kalau aku jadi dia," tutur Martina.

Setelah melihat profil George di Facebook, Martina mengunjungi tempat tinggal George di Warung Buncit, Jakarta Selatan. Di sana, ia bertemu dengan beberapa teman George lain yang lebih lama mengenal pria itu.

George sudah berada di Indonesia selama kurang lebih enam tahun, dan mulai menderita gejala Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) sejak lima tahun lalu. Dia tinggal seorang diri dan hanya dibantu perawat non-medis.

Dia mengaku memiliki seorang anak yang tinggal bersama ibunya di AS. George telah dipecat dari pekerjaan dan ditinggalkan istrinya.

Setiap hari dia hanya makan pisang, dicampur roti, selai coklat dan kacang serta minum kopi. Makanannya harus berbentuk cair karena pria ini sudah tidak bisa mengunyah.

ALS merupakan penyakit mematikan yang menyerang saraf yang hingga kini belum ada obatnya. Ilmuwan ternama dunia, Stephen Hawking, juga mengidap penyakit tersebut sebelum akhirnya meninggal dunia pada 14 Maret lalu.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close