Pemerintahan

Penanganan Terorisme Butuh Hardpower dan Softpower

JAKARTA– Deputi V Kepala Staf Jaleswari Pramodhawardani mengutip pernyataan Bapak Presiden Joko Widodo bahwa negara tidak akan kalah terhadap terorisme dan pemerintah bertekad memerangi aksi terorisme. Hal ini disampaikan Jaleswari Pramodhawardani dalam acara seminar “Pimpinan gereja menyikapi situasi terkini (radikalisme dan terorisme)” pada 25 Mei 2018 di Jakarta.

Acara ini dihadiri sekitar 200 orang peserta yang merupakan pimpinan-pimpinan sinode gereja anggota PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) serta lembaga kristen. Pembicara lainnya adalah Brigjen Pol Martinus Hukom, Direktur Penindakan Hukum BNPT sebagai salah satu pembicara.

Disampaikan oleh Jaleswari bahwa “Indonesia adalah negara Pancasila dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, sehingga tidak ada yang dapat memaksakan ideologi lainnya terhadap posisi ideologi Pancasila ini.”

Dijelaskan oleh Jaleswari Pramodhawardani bahwa “terorisme adalah kejahatan luar biasa yang dihadapi oleh mayoritas negara-negara di dunia, baik di negara yang terjadi konflik maupun negara maju”. Dijelaskannya bahwa untuk memeranginya, kejahatan tersebut harus dihadapi dengan cara-cara yang luar biasa. “Untuk itulah Pemerintah mendorong agar DPR dapat segera merampungkan pembahasan RUU Anti Terorisme di tingkat Pansus dan harapannya dapat disahkan pada hari ini Jumat 25 Mei 2018. Diharapkan dengan undang-undang yang baru bisa komprehensif dengan melibatkan banyak pihak tapi tetap menghargai nilai-nilai demokrasi dan HAM. Jadi penanganan pencegahan yang melibatkan banyak pihak” demikian kata Jaleswari.

Deputi V KSP menjelaskan bahwa “Dalam penanganan terorisme, dibutuhkan kombinasi strategi hardpower maupun softpower. Melalui pendekatan hardpower, dilakukan penegakan hukum yang tegas dan tanpa kompromi. Sedangkan melalui pendekatan softpower, dilakukan langkah-langkah untuk membentengi masyarakat dari ideologis terorisme yang penuh dengan kekerasan, selain itu melanjutkan program deradikalisasi.”

Tags

Artikel Terkait

Close
Close