Nasional

Penataan Kebencanaan Daerah di Indonesia Dinilai Masih Lemah

Anggota Komisi VIII DPR RI Supriyanto menilai, masalah penataan kebencanaan di Indonesia masih lemah, terlebih lagi di daerah-daerah rawan bencana. Oleh karena itu, semestinya Pemerintah Pusat maupun Daerah harus membuat suatu strategi anggaran untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam.

Menurut politisi F-Gerindra itu, dana siap pakai untuk penanggulangan bencana di daerah selama ini terlalu kecil, karena Pemerintah Daerah selalu bertumpu pada anggaran Pemerintah Pusat setiap kali ada bencana. Sedangkan datangnya bencana alam tidak bisa diprediksi.

“Pemerintah daerah terlalu fokus terhadap pembangunan infrastruktur dan kurang memikirkan antisipasi terhadap terjadinya bencana,” tegas Supriyanto dalam kunjungannya ke tanggul penahan banjir Oesapah, Kupang, Provinsi NTT, Kamis (8/2/2018).

Senada dengan Supriyanto, Anggota Komisi VIII DPR RI Bisri Romly mengatakan kurangnya anggaran untuk pembangunan tanggul penahan banjir di Oesapah dapat mengganggu percepatan pembangunan penataan bencana.

“Tanggul ini kan sifatnya untuk menghindari bencana yang sering terjadi disini, karena tanah rakyat sering terkikis oleh banjir yang melewati sungai ini. Masalahnya, dari dana Rp 8,5 miliar yang diajukan baru turun Rp 5,3 miliar. Harusnya ini didahulukan karena sedang musim hujan,” imbuh Bisri. (rls/ind)

Tags

Artikel Terkait

Close