Internasional

Penculik 2 Nelayan Indonesia Diduga sudah Tinggalkan Sabah

Kapal ikan nelayan Indonesia. (Foto: AFP).

Sabah: Pelaku penculikan dua nelayan Indonesia diduga telah meninggalkan perairan Sabah, Malaysia. Mereka diyakini sudah berada di perairan Filipina selatan.

Komandan Satuan Keamanan Sabah Timur (Esscom) Datuk Hazani Ghazani meyakini para penculik terkait kelompok penculik-untuk-tebusan (KFR). Dia juga membenarkan keyakinan bahwa kelompok itu sudah di luar perairan Malaysia.

Meski demikian, kata Hazani, pihak berwenang Indonesia masih belum menghubungi Esscom mengenai penculikan tersebut. "Saya percaya mereka (otoritas Indonesia) akan menyampaikan melalui Wisma Putra. Ada pun Esscom akan tetap waspada dan terus mengerahkan semua kapal kami untuk meningkatkan keamanan di laut," terangnya, dilansir dari laman New Straits Times, Rabu 12 September 2018.

Dia mengatakan akan melakukan operasi maritim untuk memeriksa semua kapal, termasuk perahu pompa di pantai timur. Hazani menambahkan, saat ini harus ada sensus dan registrasi ulang perahu pompa yang digunakan nelayan. 

"Pemerintah negara bagian mengusulkan untuk melegalkan penggunaan perahu pompa, namun mereka harus terdaftar. Lisensi harus tepat dikeluarkan, sehingga mudah kami pantau. Kami tidak bisa membiarkan perahu pompa secara ilegal," imbuh dia.

Sebanyak dua nelayan Indonesia diduga diculik di perairan Semporna, Sabah. Penculikan terjadi pada Selasa 11 September 2018, pukul 1 pagi waktu setempat.

Empat awak kapal ikan baru saja berlabuh di dermaga Pulau Gaya, Semporna. Namun, pada pukul 1 pagi salah satu anggota kru mendengar suara mesin pompa perahu.

Tiba-tiba pasokan listrik di kapal terputus. Dua awak kapal yang bersembunyi dalam kompartemen kapal penangkap ikan mendengar orang-orang berbicara dalam dialek Suluk, yang mengindikasikan penculik berasal dari Filipina. Mereka mengintip melalui lubang dan melihat dua orang bersenjata di dalamnya.

Sekitar satu jam kemudian, kedua nelayan keluar dari tempat persembunyian mereka, namun dua temannya serta sistem komunikasi radio kapal hilang. Dua nelayan ini kemudian melapor ke kantor polisi Semporna.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close