Internasional

Pencurian Dana Pemilu, Mantan Kepala Intel Malaysia Ditangkap

Ilustrasi oleh Medcom

Kuala Lumpur: Mantan kepala intelijen kontroversial Malaysia ditahan, pada Rabu 29 Agustus. Ia diduga menilap dana yang semula dimaksudkan untuk digunakan dalam pemilihan umum pada Mei lalu.
 
Hasanah Abdul Hamid, mantan kepala Organisasi Intelijen Eksternal Malaysia, diketahui menjadi sekutu mantan Perdana Menteri Najib Razak, yang secara tak terduga kalah pemilu di sela tuduhan dia dan para kroninya mencuri dana publik dalam jumlah besar.
 
Telah terjadi pembersihan pejabat senior yang terkait pemerintah era Najib sejak pemilu usai, seperti jaksa agung dan kepala layanan sipil yang kehilangan jabatan mereka.
 
Hasanah ditangkap Selasa oleh penyelidik antikorupsi yang mengivestigasi pencurian dana pemilu dari departemen perdana menteri. Dilaporkan bahwa jumlahnya hingga jutaan ringgit.
 
Tokoh 61 tahun itu muncul di pengadilan Rabu dan ditahan selama lima hari, kata seorang pejabat Komisi Antiorupsi Malaysia.
 
"Hasanah sedang diselidiki karena penyalahgunaan kekuasaan," pejabat itu menambahkan, seperti dinukil dari South China Morning Post, Kamis 30 Agustus 2018.
 
Para penyelidik antikorupsi pekan ini menangkap tujuh petugas lain dari kantor Hasanah, yang bekerja langsung di bawah departemen perdana menteri. Penangkapan menjadi bagian dari penyelidikan mereka terhadap uang yang hilang.
 
Hasanah berada di tengah kontroversi bulan lalu setelah sepucuk surat yang ditulisnya kepada kepala CIA sebelum pemilu bocor secara daring.
 
Bunyi surat itu, dia mendesak Amerika Serikat mendukung Najib, mengatakan dia adalah seorang sahabat Amerika. Sementara menggambarkan Mahathir Mohamad — pemimpin baru Malaysia setelah menang dalam pemilu — sebagai "anti-Barat".
 
Najib dituduh terlibat pencurian miliaran dolar dari dana 1MDB, yayasan yang ia dirikan. Sejak kalah dalam pemilu, dia telah ditangkap dan didakwa atas skandal itu. Dia menyangkal melakukan kesalahan apa pun.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close