Pendeta Ditahan, AS Ancam Turki dengan Sanksi

  • Whatsapp
Pendeta Andrew Craig Brunson masih ditahan di Turki (Foto: AFP).

Washington: Seorang pendeta Amerika Serikat (AS) ditangkap di Turki atas tuduhan terorisme dan mata-mata. AS pun mengancam Turki dengan sanksi jika pendeta itu tidak dibebaskan.
 
Pendeta Andrew Craig Brunson saat ini masih dalam tahanan pihak keamanan Turki. Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan jika Turki tidak segera membebaskan Brunson, pihaknya tak segan memberikan sanksi.
 
"Brunson adalah orang tak bersalah. Tak ada bukti kredibel terhadapnya," kata Pence, seperti dilansir dari laman Aljazeera, Jumat 27 Juli 2018.
 
Presiden AS Donald Trump juga menulis di akun Twitter akan menjatuhkan sanksi besar pada Turki. Senada dengan Pence, Trump mengatakan Brunson orang baik dan tidak bersalah.
 
Menanggapi pernyataan Trump dan Pence, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavuslogu mengatakan negaranya tidak takut terhadap sanksi AS.
 
"Tidak ada yang bisa mendikte Turki. Kami tidak akan pernah menoleransi ancaman dari siapa pun," ucapnya dalam akun Twitter.
 
Brunson, 50, merupakan pendeta yang berasal dari North Carolina. Dia ditahan setahun lalu, namun karena masalah kesehatan, Brunson menjadi tahanan rumah.
 
Dia dituduh melakukan aksi terorisme dan spionase. Jika terbukti bersalah, Brunson dapat menghadapi tuntutan penjara 15 tahun. Namun, hukumannya bisa bertambah menjadi 20 tahun jika terbukti melakukan spionase.
 
Brunson dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Dia menolak bukti yang mengarah kepaadanya pada persidangan baru-baru ini.
 
"Saya percaya akan mendukung integritas teritorial Turki. Saya memaafkan mereka yang berbohong dan bersaksi palsu terhadap saya," katanya di pengadilan.
 
Sementara itu, Trump dan Pence tidak menjelaskan rinci sanksi apa yang akan diberikan kepada Turki.

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *