Pendiri Lempeng Papua Pastor Catto Mauri: Generasi Papua Harus Bangkit

Pendiri Lempeng Papua Pastor Catto Mauri/ist

INDOPOLITIKA.COM- Sosok generasi Papua harus bangkit dan mampu sejajar dengan generasi Indonesia lainnya dan dunia. Semangat Kebangkitan tersebut digaungkan Pastor Catto Mauri bersama lembaga yang didirikannya, Lembaga Pengembangan Generasi (Lempeng) Papua.

Semangat membangun generasi Papua tersebut demi mewujudkan Papua menjadi tanah yang damai, aman, harmonis, maju dan sejahtera, menggerakkan Pastor Catto Mauri dan rekan-rekannya mendirikan Lembaga Pengembangan Generasi (Lempeng) Papua.

Sejak dua tahun lalu, pastor Catto Mauri pun mulai berkiprah bersama Lempeng Papua. Tak hanya melayani umat di Gereja, ia aktif menghimpun warga lintas generasi Papua, tua maupun muda, penduduk asli maupun pendatang, bahkan lintas agama dan keyakinan.

“Kami berharap dari kerja-kerja kecil ini, kami bisa menghasilkan generasi Papua yang bisa berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan generasi lainnya di Indonesia,” ujarnya saat berbincang-bicang dengan wartawan di Tangerang, dikutip Sabtu, (21/5/2022).

Tiga gagasan utama Lempeng Papua adalah mendekatkan kembali warga Papua kepada Sang Pencipta, melupakan dendam masa lalu, dan mengembangkan sumber daya manusia serta sumber daya alam.

Pastor Catto mengatakan, dengan penduduk yang mayoritas memeluk agama Kristen, ia merindukan menjadi Papua sebagai tanah Injil, juga tanah damai. Sebab menurutnya, meski memeluk agama Kristen, tak sedikit penduduk Papua yang belum memahami isi dan hakikat Alkitab.

“Di Lempeng Papua, kami punya kerinduan, kalau Papua selalu dibilang tanah Injil, tanah damai, kekristenan harus berdampak bagi generasi. Jangan kekristenan digunakan sebatas slogan, sementara masih ada tembak menembak, ada orang saling membenci, ada orang yang hidup tidak memuliakan nama Tuhan,” tegasnya.

Tak hanya bagi umat kristiani, ajakan Pastor Catto untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan juga ia serukan kepada penduduk Papua yang beragama Islam, Hindu, dan Budha. Sebab ia meyakini, semua ajaran agama pada hakikatnya menuntun pemeluknya menjadi pribadi- pribadi yang penuh kasih sayang, toleran, sehingga saling mengasihi antar sesama manusia.

“Kalau semua orang hidup sesuai dengan ajaran agama, pasti tidak ada masalah seperti yang kita lihat selama ini,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.