Pendiri Lempeng Papua Pastor Catto Mauri: Generasi Papua Harus Bangkit

Pendiri Lempeng Papua Pastor Catto Mauri/ist

Setelah fase tersebut terwujud, yaitu insan-insan yang penuh kasih, Pastor Catto pun menyeru warga Papua untuk melupakan dendam masa lalu.

Pastor Catto mengakui, Papua adalah satu wilayah di Indonesia yang hidup dengan dendam di masa lalu. Ia menegaskan, dendam tidak akan pernah menyelesaikan masalah dengan hasil yang baik.

“Kami dari Lempeng Papua mau mengajak teman-teman semua, melupakan dendam masa lalu. Walau dengan seruan ini, ada yang mencaci maki kami, itu tidak apa-apa.”

Karena menurutnya, untuk dapat mewujudkan Papua sebagai tanah yang damai, semua generasi Papua harus bisa melupakan dendam masa lalu.

“Kalau ada yang marah dengan statemen saya ini, saya mau bilang kalau kita dendam artinya kita mau balas. Alkitab bilang pembalasan adalah hak Tuhan. Jadi kalau ada orang Papua masih ingin membalas, artinya mereka atau kami sedang mengambil porsinya Tuhan,” katanya.

“Dan selama kami masih mencoba mengambil porsinya Tuhan, kami tidak akan melihat Papua diberkati. Lupakan dendam masa lalu, dan bangkit songsong hari depan, kasih anak-anak sekolah, dan semua mengenyam pendidikan yang baik, kejar cita-cita setinggi- tingginya, dan lihat, Tuhan akan beri yang terbaik di tanah Papua,” imbuhnya.

Setelah terwujud tanah Papua yang damai, lanjut Pastor Catto, pengembangan sumber daya manusia menjadi hal yang sangat penting, sehingga bisa mengolah sumber daya alam yang berlimpah untuk kemakmuran dan kesejahteraan hidup mereka.

“Kami mau ajak semua generasi Papua untuk bangkit, untuk melihat talenta, melihat apa yang Tuhan taruh di diri mereka. Mungkin ada sebagian yang belum sekolah dan mengeyam pendidikan yang lebih baik, tapi pasti sejak lahir, itu ada talenta- talenta, ada kemampuan- kemampuan secara lahiriah yang sudah Tuhan tempatkan di pribadi-pribadi mereka,” ucapnya.

Papua sebagai pulau yang dianugerahi sumber daya alam yang luar biasa, kata Pastor Catto, menantikan kiprah warganya, sehingga pengembangan sumber daya manusia mutlak segera dilakukan. “Kalau kita tidak mulai hari ini, kapan lagi kita akan melihat sesuatu yang luar biasa,” tegasnya.


Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.