Pendiri Lempeng Papua Pastor Catto Mauri: Generasi Papua Harus Bangkit

Pendiri Lempeng Papua Pastor Catto Mauri/ist

Rajut Persatuan, Lupakan Perbedaan

Tiga gagasan Lempeng Papua itu terus disuarakan Pastor Catto dalam berbagai kesempatan. Dirinya mengaku tak pernah merasa lelah, karena tiga hal itu akan menjadi pondasi membangun Papua ke depan.

Segala bentuk perbedaan, kata dia, harus dilupakan, sebab perbedaan adalah Rahmat dari Tuhan. “Mari kita singsingkan lengan baju. Jangan ada perbedaan. Mari kita bersatu, kita songsong hari depan generasi Papua yang lebih baik,” tegasnya lagi.

Lempeng Papua telah berkiprah selama dua tahun. Berbagai program telah dan terus dilakukan. Pada tahap awal, lembaga ini merangkul para pendeta agar lebih memahami tugas dan kewajiban mereka sebagai dalam menuntun umat menuju kehidupan yang lebih baik.

“Setiap dua bulan, kami buat pelatihan-pelatihan. Kami mulai  kepada pendeta-pendeta, sehingga para pendeta itu memahami, bahwa tugas mereka emban sebagai pemberita Injil, jauh lebih besar dari kepentingan-kepentingan lainnya,” katanya.

Papua Butuh Sosok Seorang Bapak

Keteladanan seorang pemimpin yang menyerupai kasih seorang Bapak sangat dibutuhkan dalam membangun tanah Papua. Sosok yang mampu mengayomi serta berempati pada warganya.

Pastor Catto juga menekankan, sosok pemimpin yang saat ini sangat dirindukan di Papua, adalah pemimpin yang tidak membeda-bedakan antara satu warga dengan warga lainnya.

“Papua hari ini kehilangan sosok seorang Bapak, Papua sedang membutuhkan sosok seorang Bapak, seorang pribadi pemimpin yang bisa dan berani berdiri tanpa membeda-bedakan ras, suka, golongan, tidak ada gunung, tidak ada pantai, tidak ada keriting, lurus, tidak ada pendatang, tidak ada OAP (orang asli Papua), tidak ada Kristen, tidak ada Muslim. Semua dilihat sama dalam mengayomi dan merangkul semua,” tegasnya.

Pastor Catto pun sepakat dengan statemen yang pernah disampaikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman.

“Saya sepakat sekali dengan yang disampaikan Panglima TNI, KASAD, bahwa saudara-saudara di hutan, TPM OPM itu saudara. Saya ingat betul Danrem Jayapura juga Brigjen Isak Pangemanan juga selalu sampaikan juga bahwa itu saudara, bukan musuh,” sebutnya.

“Jadi kami di lempeng Papua berdoa dan mengajak semua supaya kita mau sepakat, sehati untuk melakukan tiga hal tadi yang saya sampaikan, kita kembali ke pencipta, kita lupakan dendam masa lalu, dan mari kita songsong masa depan dengan mengembangkan sumber daya manusia yang ada dengan potensi serta telanta yang ada pada diri setiap generasi papua, dan juga mengembangkan sumber daya alam yang ada,” pungkasnya. [Red]


Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.