Peneliti SETARA Kritisi Orientasi Bidang Hankam Jokowi – Amin

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Peneliti SETARA Institute Ikhsan Yosarie mengkritisi orientasi pembangunan di bidang Hankam. Pemerintahan Jokowi dianggap cenderung melihat persoalan Hankam sebatas masalah kesejahteraan prajurit dan peningkatan anggaran alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

“Reformasi sektor keamanan dalam konteks HAM dan peradilan kurang mendapat tempat. Fokusnya cenderung di anggaran pertahanan dan kesejahteraan prajurit. Padahal definisi tentara profesional dalam UU TNI bukan hanya pada aspek kesejahteraan dan persenjataan yang baik, tetapi ada juga aspek HAM dan supremasi sipil,” katanya kepada Indopolitika.com (28/10/2019).

Baca Juga:

Dia menjelaskan, dalam konteks reformasi sektor pertahanan, masyarakat diminta mengawasi ketat setiap kebijakan di bidang pertahanan. Terutama setelah Prabowo Subianto dipilih menjadi Menhan pengganti Ryamizard Ryacudu. Prabowo harus terus didorong untuk melakukan reformasi sektor keamanan.

“Prabowo harus in line dengan agenda reformasi pertahanan. Terutama berkaitan dengan penyelesaian kasus HAM terdahulu yang melibatkan oknum militer. Serta melakukan reformasi peradilan militer,” ujarnya.

Dia berharap kesalahan periode pertama Jokowi tidak terulang di periode kedua. Terutama menyangkut agenda HAM. Kata dia, agenda HAM kurang mendapat perhatian Jokowi pada periode pertama.

Dia khawatir kesalahan itu akan terulang di periode kedua. “Seharusnya Jokowi memahami soal ini,” tuntasnya.{asa}

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *