Internasional

Pengadilan Myanmar Tunda Vonis Dua Wartawan Reuters

Dua wartawan Reuters, Kyaw Soe Oo (tengah) and Wa Lone (kanan). (Foto: Ye Aung Thu/AFP/Getty Images)

Yangon: Dua wartawan kantor berita Reuters harus mendekam di tahanan satu pekan lagi. Ini terjadi karena vonis terhadap mereka, dalam kasus membocorkan rahasia negara, ditunda. 

Dilansir dari Guardian, Senin 27 Agustus 2018, penundaan terjadi karena kesehatan hakim yang menangani kasus keduanya kurang baik.

Wa Lone, 32 tahun; dan Kyaw Soe Oo, 28, hadir di sebuah persidangan di Yangon pada Senin 27 Agustus 2018 pagi waktu setempat. 

Ratusan orang berkumpul di ruang persidangan, dan mendengar bahwa vonis terhadap kedua jurnalis ditunda sampai 3 September. Kedua wartawan itu dituduh melanggar Undang-Undang Rahasia Negara, yang dapat dikenai hukuman maksimal 14 tahun penjara.

Pengadilan di Yangon mengadakan sidang keduanya sejak Januari.

Vonis akan dijatuhkan kepada dua wartawan di tengah tekanan internasional yang semakin meningkat terhadap pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, dan pemerintahnya atas tindakan keras militer pada Agustus lalu terhadap etnis Rohingya. 

Sekitar 700.000 Rohingya sejak tahun lalu telah melarikan diri dari Rakhine ke Bangladesh.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menuduh militer Myanmar telah melakukan pembunuhan massal, perkosaan dan pembakaran yang dinilai dapat dikategorikan sebagai "pembersihan etnis."

Myanmar menyangkal sebagian besar tuduhan. Tetapi mengakui telah terjadi pembunuhan 10 pria dan anak laki-laki Rohingya oleh militer dan sekelompok warga lokal di desa Inn Din. Dua wartawan Reuters menyelidiki dugaan pembunuhan tersebut, untuk kemudian ditangkap polisi.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close