Pengamat Asing Pesimis Jokowi akan Perkuat HAM dan Ekonomi

  • Whatsapp
Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju saat berpose bersama Jokowi- Ma'ruf Amin

INDOPOLITIKA.COM – Gareth Leather, pakar ekonomi senior Asia mengatakan, harapan bahwa Presiden Jokowi akan memperkuat HAM dan transparansi, sambil mendorong perekonomian yang terbuka supaya lebih bersifat global, kini tampaknya tidak akan terlaksana pada masa jabatan keduanya.

“Ada tanda-tanda bahwa pemerintah semakin lunak dalam janjinya untuk menumpas korupsi, dengan mengubah berbagai peraturan bagaimana KPK berfungsi,” lanjut Gareth Leather sebagaimana dilansir dari VOA, Kamis, (31/10/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, Indonesia adalah negara paling demokratis di Asia Tenggara, sehingga para pengamat politik mempunyai harapan tinggi bahwa Presiden Joko Widodo dapat menggalakkan penerapan hak-hak sipil dan transparansi, sambil mengarahkan ekonomi Indonesia secara lebih giat ke kancah perdagangan dunia.

Namun, ketika Presiden Jokowi memasuki masa jabatan keduanya bulan ini, harapan-harapan itu pudar.

Gareth Leather menilai, meskipun Indonesia membedakan dirinya dari negara-negara lain dengan pers yang relatif bebas dan pasar yang terus berkembang, Indonesia tampaknya mengalami kemunduran dalam pemberantasan korupsi, mengembalikan proteksi ekonomi, dan menyaksikan ketidakstabilan di wilayah Papua yang ditandai oleh separatisme dan ketegangan-ketegangan etnis.

Dalam sebuah analisa mengenai masa jabatan kedua Jokowi, perusahaan riset investasi IHS Markit memperkirakan, reformasi ekonomi Indonesia yang tidak terpenuhi akan menyebabkan PDB sebesar 5 persen, lebih rendah dibanding target pemerintah sebesar 7 persen.[rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *