Pengamat: Bermain Dua Kaki Cara Partai NasDem Menafsirkan Konsep Politik Jokowi

  • Whatsapp
Ketua Partai NasDem Surya Paloh

INDOPOLITIKA.COM – Pengamat politik Alfarisi Thalib menilai, Partai NasDem memanfaatkan celah di mana Presiden Joko Widodo tidak melarang partai koalisi pendukung pemerintah menjalin komunikasi dengan partai oposisi.

“Kesannya begitu, tidak dilarang sepanjang mampu menjaga stabilitas politik. Nah, kondisi ini kemungkinan yang dimanfaatkan Partai NasDem,” kata Alfarisi, Senin (11/11/2019).

Muat Lebih

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Studies ini, karena tidak dilarang, Partai NasDem leluasa mencoba memainkan politik dua kaki. Yaitu, membangun bargaining power di dalam koalisi pendukung pemerintah, sementara di sisi lain menjalin simpati dan kerja sama dengan oposisi.

“Dalam orasi politiknya pada pembukaan Kongres II NasDem, Surya Paloh memang secara tegas mengatakan sangat loyal, setia dan tetap bersama Jokowi hingga akhir, tetapi di sisi lain tidak mengundang Jokowi pada pembukaan kongres,” ujarnya.

Partai NasDem diketahui justru mengundang dan memberi panggung bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sambutan, di hajatan berkelas nasional.

Padahal, kata Alfarisi, Anies notabene rival politik PDIP di Pilgub DKI Jakarta 2017. PDIP ketika itu mengusung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

“Politik dua kaki mungkin cara NasDem, terutama Surya Paloh menafsirkan konsep politik Jokowi, demokrasi gotong royong. Yaitu membangun kekuatan koalisi dengan menjalin kerja sama dengan oposisi,” ucapnya.

Alfarisi juga mengatakan, politik dua kaki yang terkesan dilakukan NasDem, hal biasa dalam politik. Apalagi tidak ada konstitusi yang dilanggar. Selain itu juga tidak ada pakta integritas yang dihianati.

“Tetapi mungkin satu hal yang dipandang PDIP, politik dua kaki tidak patut secara etika politik dalam tubuh koalisi. Cuma saya rasa itu sangat subjektif. Dengan asumsi seperti ini, maka sebenarnya Jokowi memberi lampu hijau bagi NasDem menjalin komunikasi dengan oposisi,” ucapnya.

Selain itu, Alfarisi juga memperkirakan Partai NasDem, telah berhitung dan meyakini politik dua kaki berguna untuk elektoral jelang Pilkada 2020, dan sekaligus Pilpres 2024 mendatang.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *