Pilgub Sumsel 2018

Pengamat Ini Sebut Pemilih Deru Tidak Akan Berkurang Karena DPD Dan DPC Hanura Tidak Bergerak

Jakarta – Hari kedua pendaftaran peserta pilkada Sumatera Selatan ditandai dengan lengkapnya berkas persyaratan dua bakal paslon yakni Ishak Mekki – Yudha Mahyuddin dan Herman Deru – Mawardi Yahya. Kedua pasangan itu bahkan telah menerima surat undangan pemeriksaan kesehatan yang menandakan dilanjutnya pendaftaran ke tahap berikutnya.

Dalam prosesnya tadi, pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya menjadi pasangan pertama yang menjalankan PKPU No. 3 tahun 2017 khususnya pasal yang membahas mengenai keadaan dimana pimpinan partai politik tingkat provinsi tidak mau mendaftarkan bakal pasangan calon. Diketahui Partai Hanura akhirnya mengambil alih kewenangan mendaftarkan dan memberi mandat kepada salah seorang Ketua DPP dan wasekjen untuk mendaftarkan.

Kondisi demikian memunculkan tanya di benak publik apakah akan ada dampak negatif secara elektoral mengingat begitu kerasnya ketua DPD Hanura Sumsel mengultimatum siapapun pengurus partai dan anggota legislatif dari Hanura, yang terlibat dalam prosesi pendaftaran, akan diberi sangsi bahkan jika mereka caleg maka akan dicoret.

Menanggapi persoalan tersebut, Octarina Soebardjo dari Stratakindo Research and Consulting menyatakan tidak ada pengaruh apapun dari keputusan politik model begitu terhadap elektabilitas. Menurutnya pilkada pada hakikatnya adalah pertarungan pribadi para calon, partai politik hanya kendaraan saja, itulah mengapa ada ruang untuk para individu bisa mencalonkan secara perseorangan. Ia menambahkan, anjuran untuk tidak memilih pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya oleh Mularis Djahri itu tidak akan berpengaruh. Pemilih juga akan melihat siapa yang menganjurkan itu. Lagi pula siapa yang bisa tahu pasangan mana yang dicoblos di bilik suara. Azasnya jelas langsung umum bebas rahasia jujur dan adil. “Intinya pemilih Deru tidak akan berkurang karena DPD dan DPC Hanura tidak bergerak,” ujarnya saat dihubungi media ini, Selasa, 9 Januari 2017.

Octarina menyatakan, elektabiltas pasangan calon akan naik atau turun bergantung pada kampanye di sisa waktu yang ada. Kalau mereka berkampanye secara cermat dan dapat dipercaya oleh pemilih, ya akan bagus elektabilitasnya. Ia mengingatkan, kampanye idealnya harus menyentuh semua lapisan pemilih di semua TPS. “Hanya mengandalkan kunjungan ke daerah atau pasang gambar dan memakai sosial media tidak akan sanggup menyentuh semua. Bagaimanapun harus punya jaringan kerja kampanye sampai ke semua desa dan TPS secara merata,” ujarnya.

Saat ditanya siapa yang terkuat dari empat bakal pasangan calon yang ada, Oktarina menyebutkan potensi kemenangan masih dimiliki pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya. Menurutnya, sejauh data yang ada, pasangan ini adalah yang tertinggi elektabilitasnya namun posisi bisa saja berubah mengingat kontes sesungguhnya baru akan berlangsung mulai minggu depan. Octarina menyebut Yudha Mahyuddin punya pengalaman dan punya tim kampanye sosial media yang mumpuni. Lalu Irwansyah dipandangnya punya jaringan media yang luas. Sementara Dodi Reza dinilai akan memakai cara ayahnya saat memenangkan pilkada sebelumnya yakni dengan membangun jaringan pemenangan sampai ke TPS-TPS. “Nah, kalau pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya kalah gerak di udara dan kalah banyak jaringan di darat, bisa saja kesalip atau kesusul elektabilitasnya. Tapi saya harus katakan tidak mudah juga menyalip selisih di atas 10 persen dalam enam bulan,” pungkasnya. (Fied)

Tags

Artikel Terkait

Close