Pengamat: Kabinet Jilid II Jokowi Hanya Kompromi Politik Saja

  • Whatsapp
Kabinet Jokowi Jilid II saat berpose bersama

INDOPOLITIKA.COM – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai kabinet yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan cerminan kompromi politik dan kepentingan.

Namun Ujang berharap kaum profesional yang diangkat jadi menteri hari ini mereka bisa berpihak pada rakyat.

Baca Juga:

“Kita masih bisa berharap pada kaum profesional yang diangkat jadi menteri. Mudah-mudahan mereka berpihak pada rakyat,” kata Ujang saat dihubungi Indopolitika.com, Rabu (23/10).

Menurut Ujang, bangsa ini harus bangun dari tidur. Harus bergerak dari kebodohan dan kejumudan menuju pencerahan. Bangsa ini kata Ujang, harus hijrah dari kejabiliahan juga ke keadaban.

“Jadi memang bangsa ini harus menatap masa depan dengan penuh optimisme,” ujarnya.

“Siapapun orang yang mengisi kabinet. Mungkin mereka merupakan orang-orang terbaik pilihan Jokowi dan partai. Tapi belum tentu terbaik buat rakyat,” sambungnya.

Lebih lanjut kata Ujang, rakyat tetap saja harus berjuang sendiri siapapun yang pilih Jokowi yanng menjadi menteri.

“Rakyat kerja sendiri. Cari makan sendiri. Bayar rumah sakit yang mahal sendiri. Bayar SPP anaknya sekolah sendiri. Mereka sudah terbiasa sendiri tak pernah berharap pada menteri-menteri yang dipilih Jokowi,” tandasnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *