Pengamat: Masuk Akal DPP Golkar Tugaskan Ijeck Jadi Cagub Sumut dan Bobby Cawalkot Medan

Musa Rajekshah pamit sebagai Wagub Sumut. Foto: tangkapan layar

INDOPOLITIKA.COM – Partai Golkar mulai menyiapkan sejumlah nama calon kepala daerah untuk diusung pada Pilkada serentak 2024 mendatang.

Untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut) misalnya, Golkar menyiapkan dua nama beken yang akan diusung sebagai calon wali kota medan maupun calon gubernur Sumut.

Dua nama tersebut yakni menantu Presiden Jokowi yakni Bobby Nasution dan Musa Rajekshah ‘Ijeck’. Khusus Bobby Nasution, dia mendapatkan dua surat tugas dari Golkar.

Yakni sebagai Cawalkot Medan maupun Cagub Sumut. Sedangkan Musa Rajekshah ‘Ijeck’, juga mendapatkan surat tugas sebagai Cagub Sumut.

Apakah Golkar akan mengusung Bobby atau Ijeck sebagai Cagub Sumut? Menurut pengamat politik Lembaga Studi Pemilu dan Politik (LSPP), Sendy Vicky Sutikno, Golkar lebih logis mengusung Ijeck sebagai calon Gubernur Sumut. Sedangkan Bobby Nasution sebagai petahana, diusung kembali sebagai Wali Kota Medan.

“Menurut saya, Golkar lebih masuk mengusung Ijeck sebagai Gubernur Sumut dan Bobby Nasution melanjutkan kiprahnya sebagai Wali Kota Medan,” ucap Sendy Vicky Sutikno dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/11/2023).

Dalam pandangan Sendy Vicky Sutikno, baik Ijeck maupun Bobby sama-sama memiliki track record mumpuni. Hanya saja, Ijeck, kata dia, lebih berpeluang menang di Pilgub Sumut nantinya.

Alasanya, selain Ketua DPD Golkar Sumut, Ijeck juga mantan Wagub Sumut. Dan sebagai orang yang pernah menduduki jabatan Wagub, kiprahnya maupun kinerjanya sudah diakui masyarakat Sumut.

Ijeck, lanjut dia, selama berkiprah dalam dunia politik, benar-benar kerja keras dan disukai masyarakat Sumut meski tidak ada embel-embel menantu Presiden.

“Jadi hemat saya, Golkar harusnya lebih memprioritaskan mengusung Ijeck jadi Gubernur Sumut,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengakui bahwa Wali Kota Medan, Bobby Nasution akan kembali diusulkan menjadi bakal calon wali kota (bacawalkot) Medan dan juga bakal calon gubernur (bacagub) Sumatera Utara (Sumut).

“Jadi dari 1.117 nama (calon kepala daerah) ini, ada beberapa nama yang mereka memegang dua surat tugas, karena di dua tempat,” ujar Doli di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa malam (21/11/2023).

“Misalnya, Pak Ridwan Kamil (RK) kita usulkan juga menjadi bacagub di DKI selain di Jawa Barat, kemudian tadi Pak Bobby dia juga sebagai bacagub di Sumut, juga sebagai bakal calon wali kota di Medan,” tegasnya.

Ketua Komisi II DPR tersebut menekankan, satu daerah memang tidak harus satu orang karena merupakan penjaringan awal.

Artinya, lanjut Doli, bagi siapa saja yang penting kader atau pimpinan Partai Golkar yang sudah memiliki rekam jejak. Lalu, teruji dan berminat menjadi calon kepala daerah pasti akan diterima untuk penjaringan awal.

Sementara itu, apakah Bobby akan bergabung dengan Golkar atau tidak, Doli menyebut keputusan itu tergantung kepada Bobby. Dia menegaskan Golkar merupakan partai yang terbuka bagi siapa pun yang memiliki kesamaan visi.

“Sekali lagi, soal keanggotaan partai, sama kayak kemarin Pak Gibran, Golkar ini partai yang terbuka. Siapa yang merasa visinya sama, kemudian nilai-nilai yang ingin dibangun di tempatnya itu sama dengan Partai Golkar, kami dengan senang hati akan terbuka,” jelasnya.

“Mau dengan siapa saja, rakyat biasa, pejabat, gubernur, wali kota, presiden dan segala macam. Selama punya visi yang sama dengan Partai Golkar dan ingin bergabung dengan Partai Golkar, kita terima dengan tangan terbuka. Jadi kembali lagi kepada Pak Bobby-nya,” imbuh Doli. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *