Meidi Kosandi Sambut Baik Wacana Prabowo Kirim Taruna Militer ke Luar Negeri

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pengamat Militer Meidi Kosandi menyambut baik wacana Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk mendorong TNI mengirimkan Taruna Akademi Militer ke luar negeri.

Meidi menilai, rencana tersebut akan sangat membantu TNI dalam rangka peningkatan SDM dan kerjasama antarnegara.

Muat Lebih

“Sebenarnya ini masalah lama ya. Sebelum Pak Prabowo sudah ada kita ngirim beberapa taruna ke negara lain,” kata Meidi saat dihubungi wartawan, Senin (18/11/2019).

“Bahkan beberapa negara juga menawarkan untuk taruna kita dikirim ke negara mereka, misalnya melalui program beasiswa,” tambahnya.

Akan tetapi, Meidi berharap, rencana ini tidak hanya untuk pelatihan militeristik saja. Diharapkan taruna yang dikirimkan ke negara-negara asing dapat belajar membuat kebijakan-kebijakan yang berbasis pengetahuan.

Kendati demikian, Meidi juga meminta Prabowo untuk memikirkan bagaimana mekanisme dan kebijakan yang ada di setiap negara, berkaitan dengan rencana tersebut.

Pasalnya, kata Meidi, biasanya negara-negara tertentu bukan hanya memberikan pendidikan, melainkan mendapatkan juga informasi dari taruna-taruna terdidik.

“Katakan di Amerika. Ketika mereka (para taruna) diundang ke sana, juga ada tujuan untuk mengembangkan pengetahuan lembaga-lembaga pertahahan Amerika yang langsung mendapatkan informasi dari orang-orang yang dikirim,” kata Meidi.

Berangkat dari itu, ia mendorong agar Prabowo lebih dulu berkoordinasi dengan beberapa stakeholder guna menyusun naskah akademik yang baik sebelum mengirimkan taruna. Sebagai contoh dengan akademisi, Badan Intelejen Strategis (Bais) TNI, dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan seperti proses seleksi, pembekalan startegis tentang situasi-situasi internasional tertentu, dan kehati-hatian dalam menyampaikan setiap informasi. Jangan sampai, pengiriman taruna belajar di negara asing menjadi bumerang untuk situasi politik nasional.

Jika keadaan tersebut yang terjadi, Meidi khawatir keadaan itu malah akan mengubah situasi politik internasional  dan mungkin akan merugikan untuk kepentingan nasional sendiri.

“Misalnya mengkaji tentang hubungan Cina dan Indonesia, bagaimana sikap Indonesia tentang kemajuan dan kerjasama dengan Cina. Nah ini kalau misalnya kalau informasi mengenai ini terlalu detail dan tidak terseleksi oleh para taruna yang dikirimkan ke Amerika katakan, tentu itu jadi senjata Amerika bagaimana mengalahkan Cina,” katanya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *