Pengamat: Pasangan Anies – Sandi Punya Kans Maju Di Pilpres 2024

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Isu pilpres 2024 terus ramai menghiasi jagat maya padahal pelaksanaannya masih lama. Pilpres mendatang baru akan berlangsung tiga tahun lagi namun nama sudah banyak disurvei untuk dicek popularitas serta elektabilitasnya tak terkecuali Sandiaga Uno. Mantan calon wakil presiden di era pilpres 2019 lalu itu mendapat perhatian khusus pengamat politik Veri Muhlis Arifuzzaman dari kantor konsultan politik Konsepindo Research and Consulting.

Veri menilai, sungguh Sandiaga Uno adalah satu-satunya tokoh yang paling aman maju di pilpres 2024 mendatang. Menurutnya, Sandiaga itu pengalaman ikut pilpres, populer, pengurus parpol dan punya dana untuk kampanye. “Satu lagi, jangan lupa dia juga sekarang ini punya panggung karena duduk sebagai menteri di kabinet Jokowi,” ujarnya saat dikontak redaksi Indopolitika, Kamis (6/5).

Berita Lainnya

Veri melanjutkan, Sandiaga hanya butuh restu dan keikhlasan Prabowo untuk menjadi utusan Partai Gerindra maju di pilpres. Kalau restu itu keluar, Sandi bisa leluasa membangun koalisi dengan bakal calon dari parpol mana saja bahkan bisa saja Sandi kembali mengajak pasangannya di pilkada DKI lalu. Itu artinya bukan tidak mungkin pasangan Anies – Sandi yang menang di Pilkada DKI 2017 lalu terwujud kembali.

“Pasangan Anies – Sandi untuk pilpres 2024 itu bisa saja terjadi, tinggal apakah Pak Prabowo legowo melepas Gerindra untuk Sandiaga lalu meracik koalisi yang tepat dengan misalnya mengajak PKS,” ujarnya.

Veri menjelaskan, di pemilu 2019 lalu Partai Gerindra mendapat suara sebanyak 12,57 persen dengan menempatkan 78 kursi parlemen sementara PKS mendapat suara sebanyak 8,21 persen atau 50 kursi di DPR. Bila dijumlah raihan kursi di DPR dari kedua parpol itu, sudah cukup memenuhi syarat minimal untuk mengusung pasangan capres dan cawapres.

“Kalau pasangan ini terbentuk, akan memberi efek gentar. Itu karena mereka pernah menang di pilkada DKI tahun 2017. Hanya memang pertarungan akan kembali riuh dengan nuansa ideologis dan polarisasi pilpres 2019 lalu akan kembali terulang,” ujarnya.

Veri menambahkan, bila pasangan Anies – Sandi terbentuk maka sangat mungkin muncul poros yang mirip seperti pilkada DKI 2017. Menurutnya, PDIP akan memimpin poros kedua dan Golkar atau Demokrat akan berada di poros ketiga.

Menurutnya, karena pilpres 2024 memang masih lama, jadi semua bisa berandai-andai. Veri mencontohkan, Partai Golkar kalau berkoalisi dengan Partai Demokrat, tinggal butuh dari partai non parlemen. Jika mampu menggalangnya maka sudah bisa mengusung paslon.

Sama halnya PDIP yang raihan suaranya sebanyak 19,33 persen atau sebanyak 128 kursi di DPR tetap butuh tambahan dukungan dari partai di parlemen atau berapa partai gurem. Terlalu berisiko kalau PDIP sendirian atau hanya mengajak partai kecil, jangan lupa ada juga suara yang diraih PKB sebanyak 9,69 persen, Nasdem sebanyak 9,05, PAN sebanyak 6,84 dan PPP sebanyak 4,52 persen.

“Kalau partai-partai ini tidak koalisi dengan PDIP atau dua poros yang tadi saya sebut di atas, kelompok terakhir ini akan jadi poros tersendiri. Artinya bisa tiga paslon maju di pilpres dengan berbagai variasi koalisi. Tapi itu tadi, masih lama pelaksanaannya, jadi semua serba mungkin. Hanya saja ide soal pasangan Anies – Sandi memang akan menggelegar kalau Pak Prabowo mau menjalankannya,” pungkasnya. [dbm]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *