Politik

Pengamat: Pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah Akan Diserang Habis Karena Sulit Dikejar Elektabilitasnya

Medan — Pengamat politik dari kantor Lembaga Survei Politik Indonesia, Eko Supriadi menyatakan, jika tidak ada kejadian luar biasa, Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) kemungkinan besar akan dimenangkan oleh pasangan Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah. Yang dimaksud luar biasa adalah adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis dan massif dimana semua unsur dari mulai kekuasaan, uang, pengamanan dan jaringan struktur kekuasaan digunakan untuk memenangkan salah satu paslon. Namun jika kondisi normal, kondisi biasa, maka kemenangan bisa diprediksi.

Eko menambahkan, semua pihak harus mau dan mampu memerankan dirinya untuk menyukseskan pilgubsu. Bagaimana agar pilgubsu berlangsung lancar, kondusif dan demokratis. Azas luber jurdil bisa dijalankan dan penyelenggara pilkada yakni kpu dan bawaslu wajib bertindak profesional, imparsial, taat azas dan taat hukum. “Rakyat Sumut pasti mau gubernur dan wakil gubernur terpilih nantinya adalah hasil dari proses yang benar dan transparan. Karena jika ada salah satu pihak yang curang, apalagi sampai melibatkan kekuasaan maka potensi konflik akan besar,” demikian disampaikan peneliti politik ini kepada media di Medan, Jum’at (1/6).

Di sisa waktu 26 hari ke depan, Eko memandang akan terjadi pertarungan sengit. Posisi paslon dengan elektabilitas tertinggi pasti akan diserang. Jika serangannya menyangkut program kerja dan visi misi, pasti akan baik. Namun jika serangan ditujukan untuk merendahkan, fitnah dan hasutan maka itu akan mencederai proses demokrasi. “Pasangan Edy – Musa pasti akan diserang. Hanya saja yang kini sedang terjadi, ini bisa dilihat di sosial media, serangan itu justru berbentuk fitnah dan hasutan. Bahkan ada yang sampai menjual nama lembaga negara. Ini menyedihkan. Saya kira, hal demikian wajib dihentikan,” katanya.

Eko berharap kepolisian, bawaslu bisa bertindak cerdas dan cermat terutama dalam memantau lalu lintas fitnah dan hasutan. Para sponsor yang membiayai produksi fitnah itu harus diseret ke meja hijau. “Kalau mau pilgubsu berlangsung fair, produsen fitnah dan kampanye hitam di pilgubsu harus ditindak,” pungkasnya.

Tags

Artikel Terkait

Close
Close